Zul Zivilia Buka Suara: Perjuangan Melawan Narkoba dan Bertahan Hidup di Lapas Gunung Sindur

Zul Zivilia Buka Suara: Perjuangan Melawan Narkoba dan Bertahan Hidup di Lapas Gunung Sindur

Zul Zivilia Buka Suara Perjuangan Melawan Narkoba dan Bertahan Hidup di Lapas Gunung Sindur.-Antara-

OKES.NEWS - Musisi Zul Zivilia akhirnya angkat bicara mengenai perjalanan panjang dan berat yang harus ia tempuh untuk lepas dari jerat ketergantungan narkoba. Vokalis band Zivilia itu mengakui bahwa proses pemulihan bukan perkara mudah, terlebih saat dirinya harus menjalaninya di balik tembok Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor.

Zul secara terbuka menyampaikan bahwa keinginan untuk kembali menggunakan narkoba masih kerap menghantui pikirannya. Sebagai mantan pecandu, godaan tersebut diakuinya belum sepenuhnya hilang hingga saat ini.

“Dorongan untuk kembali pasti ada. Tapi di sini kami mendapat pembinaan, pengawasan, dan diarahkan ke kegiatan positif. Itu yang membuat saya bisa bertahan dan menjauh dari hal-hal negatif,” ungkap Zul.

Alih-alih memaknai penjara sebagai akhir dari segalanya, Zul justru melihatnya sebagai tempat untuk belajar dan melakukan introspeksi. Ia berusaha memanfaatkan masa hukuman sebagai kesempatan memperbaiki diri dan menebus kesalahan masa lalu.

BACA JUGA:Resmi Menikah di Bali, Rayn Wijaya dan Ranty Maria Ucap Janji Suci Penuh Haru

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berubah. Melalui musik dan pembinaan yang ada di sini, saya berharap bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam proses pemulihan mental dan emosional tersebut, musik menjadi penopang utama hidup Zul. Ia mengaku hampir setiap hari menghabiskan waktunya di studio musik yang tersedia di dalam lapas.

Keberadaan fasilitas tersebut membuat Zul tetap bisa berkarya dan menjaga semangat hidupnya. Ia kerap menulis lagu, tampil menghibur sesama warga binaan, pengunjung, hingga mengisi berbagai kegiatan yang digelar pihak lapas.

“Saya banyak beraktivitas di studio. Bikin lagu, tampil untuk warga binaan, menghibur pengunjung, dan ikut mengisi acara kalau ada kegiatan lapas,” ujarnya.

Tak hanya memanfaatkan fasilitas yang ada, Zul juga berinisiatif menyumbangkan sejumlah perlengkapan pribadi seperti speaker dan komputer untuk mendukung proses produksi musik di dalam lapas.

BACA JUGA:Reza Arap Diperiksa 4 Jam oleh Polisi Terkait Kasus Kematian Lula Lahfah

Sebagai informasi, Zul Zivilia menjalani hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penyalahgunaan narkotika golongan I dengan berat lebih dari lima gram. Ia divonis 18 tahun penjara serta denda sebesar Rp1 miliar, lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman seumur hidup.

Tuntutan berat tersebut didasarkan pada barang bukti saat penangkapan, yakni 9,4 kilogram sabu dan 24 ribu butir ekstasi.

Kini, dari balik jeruji besi, Zul berupaya menata kembali hidupnya—menjadikan musik sebagai jalan menuju pemulihan, harapan, dan masa depan yang lebih baik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: