Album Heart String Resmi Dirilis, Saphira Adya Tuangkan Kisah Nyata dan Luka Perpisahan

Album Heart String Resmi Dirilis, Saphira Adya Tuangkan Kisah Nyata dan Luka Perpisahan

Album Heart String Resmi Dirilis Saphira Adya Angkat Kisah Nyata dan Luka Batin.-Instagram @saphiraadya-

OKES.EWS - Penyanyi Saphira Adya resmi merilis album terbarunya bertajuk Heart String pada 28 Januari 2026. Album ini menjadi ruang paling personal bagi Saphira untuk merangkai kisah-kisah emosional yang selama ini ia simpan rapat dalam catatan hariannya.

Berisi 11 lagu, Heart String merekam perjalanan batin Saphira sepanjang 2025—tahun yang ia anggap sebagai fase penting penuh perubahan, pembelajaran, dan dinamika hidup yang membentuk kedewasaan dirinya.

Saphira mengungkapkan, seluruh lagu dalam album ini lahir dari pengalaman nyata yang membangkitkan beragam perasaan, mulai dari kebahagiaan sederhana hingga luka perpisahan. Emosi tersebut ia terjemahkan ke dalam lirik yang jujur dan apa adanya.

“Tahun 2025 terasa panjang dan penuh makna buat aku. Banyak kejadian yang akhirnya membentuk cara aku memandang hidup. Aku percaya setiap orang punya prosesnya sendiri dalam memahami perasaan,” ujar Saphira dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA:Trailer Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Resmi Rilis, Luna Maya Tampil Lebih Kelam

Ia juga menyinggung soal ekspektasi hidup yang tak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, justru dari ketidaksesuaian itu, Saphira menemukan keindahan dalam proses pencarian diri.

“Sering kali realita tidak sejalan dengan ekspektasi, tapi itu bukan hal buruk. Perjalanan mencari apa yang benar-benar kita inginkan memang tidak instan, dan di sanalah letak seninya,” tuturnya.

Album Heart String dibuka dengan lagu Journey, yang menggambarkan proses pencarian jati diri, penerimaan, hingga keberanian untuk kembali membuka hati. Lagu tersebut disebut sebagai fondasi yang mewakili keseluruhan cerita album.

“Journey adalah gambaran besar album ini. Lagu itu menceritakan proses aku mencari perasaan yang selama ini aku impikan,” jelasnya.

BACA JUGA:Prilly Latuconsina Terima 30 Ribu Connection Request Usai Aktifkan Open to Work

Sementara itu, lagu 1/2 (Satu per Dua) dipilih sebagai focus track karena dinilai paling merepresentasikan kompleksitas emosi yang ia alami sepanjang 2025. Melalui lagu tersebut, Saphira belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua kisah berakhir bahagia.

“Lagu 1/2 punya arti khusus buat aku. Dari situ aku ingin berbagi bahwa tidak semua pertemuan ditakdirkan untuk selamanya. Ada orang yang hadir hanya sebagai pelajaran, dan aku sudah berdamai dengan itu,” ungkapnya.

Saphira menyebut proses pengerjaan album ini terasa mengalir dan relatif cepat karena adanya kedekatan emosional dengan setiap cerita yang ia tuliskan. Ia menegaskan, Heart String bukan tentang kegagalan melupakan masa lalu, melainkan bentuk penghargaan terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui.

“Semua lagu di album ini lahir dari pengalaman pribadi. Bukan soal move on, tapi bagaimana setiap cerita bisa diubah menjadi sesuatu yang indah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: