Ratusan Warga Desak Penyelesaian Tapal Batas Kabupaten OKU Timur– OKI
Ratusan warga desak penyelesaian tapal batas Kabupaten OKU Timur–Kabupaten Ogan Komering Ilir. -Kholid/Sumeks-
OKES.NEWS- Ratusan warga dari Desa Karya Makmur dan Desa Windusari, Kecamatan Belitang Jaya, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati OKU Timur pada Jumat (13/2).
Mereka menuntut pemerintah segera menyelesaikan persoalan tapal batas antara Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang dinilai tak kunjung tuntas selama puluhan tahun.
Aksi tersebut dipimpin Kepala Desa Karya Makmur, Sartono, bersama Kepala Desa Windusari, Mulyadi, serta Koordinator Lapangan Sarkiman.
Dalam orasinya, massa menyampaikan empat poin tuntutan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Sartono menyampaikan, melalui Bupati OKU Timur, masyarakat meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru segera mengambil langkah nyata untuk menuntaskan persoalan batas wilayah antara OKU Timur dan OKI yang sama-sama berada di Provinsi Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Dukung Pembentukan SAKA Adhyasta Pemilu untuk Edukasi Demokrasi Generasi Muda
BACA JUGA:Imbas Demo Pot Bunga Rusak, Dinas Perkim OKU Lapor Polisi, Kerugian Capai Rp19 Juta
Tuntutan pertama, warga mendesak diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang penegasan batas wilayah Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKI agar ada kepastian hukum yang mengakhiri polemik berkepanjangan.
Kedua, masyarakat meminta Gubernur Sumsel membangun prasasti atau tanda batas permanen di titik yang menjadi sengketa, yakni perbatasan Desa Karya Makmur dan Desa Windusari (Kecamatan Belitang Jaya, OKU Timur) dengan Desa Kampung Baru, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI.
Ketiga, warga mendesak Bupati OKU Timur menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penegasan batas Desa Karya Makmur dengan mengacu pada SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor DA.593.3/209/III/TRANSM/1984.
Keempat, massa juga meminta Bupati OKI segera mengeluarkan SK penetapan batas wilayah Desa Kampung Baru.
Sartono menegaskan, jika keempat tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, masyarakat Karya Makmur dan Windusari berencana melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Amankan Belasan Pendemo Ricuh, Polres OKU Temukan Bom Molotov dari Tas Pelajar
BACA JUGA:Amankan Belasan Pendemo Pelajar, Polres OKU temukan Molotov
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: