Lamborghini Lanzador Batal Jadi Mobil Listrik Murni, Resmi Beralih ke PHEV

Lamborghini Lanzador Batal Jadi Mobil Listrik Murni, Resmi Beralih ke PHEV

Lamborghini Lanzador (Foto www.motor1.com)--

OKES.NEWS - Kabar mengejutkan datang dari pabrikan supercar asal Italia, Lamborghini. Setelah sempat diperkenalkan sebagai mobil listrik murni pertama mereka, Lamborghini Lanzador kini resmi batal meluncur sebagai EV penuh. Per Februari 2026, proyek ini dipastikan beralih menjadi plug in hybrid (PHEV). Keputusan ini menandai perubahan strategi besar dalam roadmap elektrifikasi Lamborghini.

Awalnya Digadang Jadi EV 1.340 HP

Saat debut konsep di ajang Pebble Beach Concours d'Elegance pada 18 Agustus 2023, Lanzador langsung mencuri perhatian. Mobil ini dirancang sebagai high-riding 2+2 Gran Turismo coupé dengan tenaga buas lebih dari satu megawatt atau sekitar 1.340 hp dari dua motor listrik penggerak semua roda.

Akselerasinya diklaim tembus 0–100 km/jam dalam waktu di bawah 2,5 detik dengan top speed sekitar 300 km/jam. Platform yang direncanakan saat itu menggunakan SSP (Scalable Systems Platform) milik VW Group dengan arsitektur 800 volt.

Secara konsep, Lanzador disebut membuka segmen baru yang dinamakan “Ultra GT”, memadukan kenyamanan grand tourer dengan performa khas supercar Lamborghini.

Desain Futuristik dan Aero Aktif

Dari sisi tampilan, Lanzador tetap membawa DNA agresif Lamborghini dengan garis tajam dan proporsi SUV coupé dua pintu. Sistem aerodinamikanya canggih, mengusung ALA (Aerodinamica Lamborghini Attiva) yang sebelumnya dipakai di Lamborghini Huracán Performante dan Lamborghini Aventador SVJ.

Bagian depan dilengkapi air shutter aktif, movable splitter, hingga S-duct, sementara bagian belakang punya diffuser airblades adaptif sesuai mode berkendara.

Interiornya pun tak kalah futuristik. Kabin terinspirasi kokpit jet tempur dengan material ramah lingkungan seperti wol Merino, nilon daur ulang, serat 3D printing, hingga kulit yang disamak secara berkelanjutan.

Masuk di Antara Urus dan Supercar

Secara posisi lineup, Lanzador akan menjadi model keempat Lamborghini. Ia diproyeksikan berada di antara SUV Lamborghini Urus dan lini supercar seperti Lamborghini Revuelto serta Lamborghini Temerario.

Awalnya dijadwalkan meluncur pada 2028 lalu mundur ke 2029. Dengan perubahan ke plug-in hybrid, jadwal rilis kemungkinan kembali bergeser meski belum ada konfirmasi resmi.

Untuk harga, estimasi awal berada di kisaran 300.000 dolar AS. Jika masuk Indonesia, banderolnya bisa tembus multi-miliar rupiah setelah pajak impor dan bea masuk.

Strategi Baru Elektrifikasi Lamborghini

Peralihan Lanzador ke PHEV mencerminkan tren global di mana pabrikan mobil mewah mulai lebih realistis soal adopsi EV penuh. Konsumen kelas atas ternyata masih menginginkan sensasi mesin konvensional, meski tetap ingin teknologi elektrifikasi.

Meski membatalkan EV murni, Lamborghini tetap menargetkan seluruh lini produknya sudah terelektrifikasi pada 2030, dengan pendekatan plug-in hybrid sebagai jembatan menuju masa depan. Lanzador kini bukan lagi simbol revolusi listrik penuh, melainkan kompromi strategis antara performa, emosi, dan regulasi emisi global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: