15 Warga Sumsel yang Terlantar di Kamboja,
15 Warga Sumsel yang Terlantar di Kamboja,-Istimewa-
SUMSEL - OKE.NEWS-Berkaca akan kasus keberangkatan sejumlah warga asal Sumsel ke Kamboja yang belakangan bermasalah karena tak berangkat melalui jalur resmi dan justru menjadi korban tindak pidana human trafficking diantisipasi oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Palembang.
Yang melakukan pengetatan penerbitan pasport terutama bagi mereka yang hendak bekerja ke luar negeri tersebut, bahkan seleksi ketat ini dilakukan pada awal pembuatan pasport atau proses interview dan wawancara pada para pemohon pasport terutama berkenaan tujuan kepengurusan paspor dimaksud.
Terutama ke negara-negara yang diketahui sebagai zona merah dari praktik scammer seperti Kamboja, Thailand, Laos dan sebagainya.
"Pada dasarnya kepemilikan pasport merupakan hak setiap warga negara yang hendak pergi luar negeri tapi tujuannya harus jelas sejak proses interview kita akan mempertegas hal tersebut, terutama yang berkaitan dengan alasan atau tujuan dari pembuatan paspor,” tegas Kasi Inteldakim, Machmudi di sela Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Hotel The Alts, Selasa (24/2) malam.
BACA JUGA:Program MBG di OKU Selatan Disorot, Menu Dinilai Jauh dari Standar Gizi
BACA JUGA:Resah! Pencurian Kopi hingga Sawit Marak di Muaradua
Menurut Machmudi kalua betul untuk bekerja tentunya akan berbeda dengan yang mengurus untuk berobat, ibadah, pendidikan tersebut hal ini dimaksudkan agar para WNI yang hendak keluar negeri tujuannya jelas.
Untuk dapat bekerja ke luar negeri akan ada beberapa dokumen tambahan yang ada dan wajib diisi oleh pemohon pasport. Baik itu mengenai pekerjaan, lokasi dan jua pihak atau perusahaan yang memperkerjakan nanti di negara tujuan.
Selain itu, pemohon ini juga harus menyertakan dokumen lain terkait pekerjaan dimaksud.
Terkait dengan pengawasan orang asing yang ada di Indonesia terutama d wilayah kerja Kanim Kelas I TPI Palembang sendiri, selain dari Kantor Imigrasi, tentunya dibackup up penuh oleh stakeholder terkait baik dari Pemda setempat, unsur TNI-Polri, Badan Intelijen Daerah (Binda) dan jua Badan Intelijen Strategis (BAIS) maupun para pihak terkait lintas sektoral.
Sementara itu, hingga akhir 2025, WNA yang datang melalui Bandara SMB II sebanyak 5.085 orang yang didominasi warga negara Malaysia, Tiongkok, Amerika Serikat, lalu ada dari Australia dan India.
BACA JUGA:Luncurkan Dapur MBG Kemala Bhayangkari, Layani 2.478 Warga
BACA JUGA:Kajari Baru OKU Timur Siap Perkuat Sinergi dan Pencegahan Korupsi
Sedangkan mereka yang berangkat melalui Bandara SMB II yakni di angka 4.251 orang. Adapun yang datang melalui jalur perairan atau TPI di Pelabuhan Boom Baru sebanyak 22.522 orang, sedang yang berangkat sebanyak 24.107 orang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: