banner

BPBD OKU minta Warga Waspadai Awan Cumulonimbus Picu Hujan Ekstrem dan Petir

BPBD OKU minta Warga Waspadai Awan Cumulonimbus Picu Hujan Ekstrem dan Petir

peringatan cuaca ekstrem bpbd oku baturaja timur, dampak awan cumulonimbus terhadap hujan lebat dan petir, imbauan mematikan perangkat elektronik saat badai petir, potensi hujan es dan angin kencang di oku sumatera selatan, langkah antisipasi masyarakat m-(Foto: Istimewa)-

BATURAJA, OKES.NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Baturaja Timur dan sekitarnya, terkait potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah OKU Gunalfi menyampaikan telah terdeteksi pertumbuhan awan jenis Cumulonimbus yang dikenal sebagai pemicu utama terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

"Awan ini berpotensi menimbulkan hujan  lebat yang dapat disertai angin kencang, badai petir skala ringan, hingga kemungkinan hujan es ringan di beberapa wilayah," ungkap Gunalfi . Sabtu, 4 April 2026.

BPBD menekankan pentingnya langkah antisipasi, terutama saat terjadi aktivitas petir. Masyarakat diimbau untuk sementara mematikan perangkat elektronik seperti telepon genggam, televisi, dan peralatan listrik lainnya guna menghindari risiko kerusakan akibat sambaran petir.

BACA JUGA:Debt collector di OKU Tewas Ditusuk Saat Hendak Tarik Mobil, Pelaku Dibekuk Polisi

Perangkat tersebut dapat kembali digunakan setelah kondisi cuaca dinyatakan stabil.

Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan dalam menyikapi kondisi ini. Kewaspadaan yang disertai informasi yang tepat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari instansi terkait, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian darurat di lingkungan sekitar.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dini guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem, sekaligus memastikan keselamatan warga tetap terjaga di tengah dinamika perubahan cuaca yang terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: