Demi Pulang Kampung, Keluarga Ini Jalan Kaki 3 Bulan dari Surabaya ke Muba
Jajaran Polres OKU menemukan tiga orang warga asal Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, yang terlantar dan telah berjalan kaki selama 3 bulan 11 hari dari arah Surabaya menuju kampung halaman mereka. -(Foto: Istimewa)-
BATURAJA – Sebuah kisah pilu sekaligus mengharukan terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera, Desa Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Jajaran Polres Ogan Komering Ulu menemukan satu keluarga yang terlantar setelah berjalan kaki selama 3 bulan 11 hari dari arah Surabaya menuju kampung halaman mereka di , Kabupaten Musi Banyuasin.
Ketiga warga tersebut yakni Widodo (50), istrinya Naila (32), serta anak mereka Aluna (8). Mereka ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi kelelahan sambil membawa dua tas besar di tengah teriknya cuaca.
Penemuan bermula saat personel Polres OKU yang terdiri dari Erwinsyah, M. Anwar, dan Gilang tengah dalam perjalanan kembali ke Mapolres usai menangani kasus pencurian kendaraan bermotor.
Melihat kondisi keluarga tersebut, petugas langsung menghentikan kendaraan dan melakukan pemeriksaan. Dari hasil komunikasi, diketahui bahwa mereka telah berjalan kaki sejak lebih dari tiga bulan lalu.
“Saat kami hentikan, pak Widodo menjelaskan bahwa mereka berjalan dari Semarang menuju Sungai Lilin setelah kehilangan identitas dan uang di sebuah masjid,” ungkap Ipda M. Anwar.BACA JUGA:Polres OKU Gagalkan Peredaran Sabu 13,86 Gram
Lebih lanjut dijelaskan, selama perjalanan panjang itu, keluarga tersebut beberapa kali jatuh sakit dan hanya mengandalkan masjid sebagai tempat beristirahat.
Widodo mengaku awalnya berangkat ke Semarang untuk memenuhi undangan pekerjaan membuat patung.
Namun, setibanya di lokasi, pekerjaan tersebut batal karena tidak didukung anggaran. Situasi semakin sulit ketika seluruh uang dan identitas mereka dicuri, memaksa mereka pulang dengan berjalan kaki tanpa kepastian.
Melihat kondisi memprihatinkan itu, petugas Polres OKU segera membantu Keluarga tersebut langsung dibawa ke agen travel untuk diberangkatkan menuju Palembang. Selain itu, mereka juga diberikan bantuan biaya perjalanan dan uang makan.
Petugas turut berkoordinasi dengan sopir travel agar keluarga tersebut mendapatkan perhatian selama perjalanan menuju tujuan berikutnya.
“Kami memastikan mereka tidak lagi berjalan kaki. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Erwinsyah.
Kapolres OKU Endro Aribowo mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian anggotanya di lapangan.
“Ini wujud kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami akan selalu hadir membantu siapa pun yang membutuhkan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
