Meskipun memimpin salah satu konglomerat terbesar di dunia, ia tidak pernah tercantum dalam daftar miliarder karena struktur Tata Group, di mana sebagian besar kekayaannya dipegang oleh yayasan amal.
Inisiatifnya termasuk peluncuran ambisius Tata Nano, yang bertujuan menciptakan kendaraan terjangkau bagi kelas menengah India.
Ucapan belasungkawa mengalir deras setelah kepergiannya, menyoroti pengaruh mendalamnya pada praktik bisnis dan upaya filantropi di India.
Perdana Menteri Narendra Modi menyebutnya sebagai "figur visioner" yang kontribusinya melampaui kepemimpinan korporat hingga perbaikan masyarakat.
Kepergian Ratan Tata bukan hanya kehilangan seorang raksasa bisnis, tetapi juga seorang ikon nasional yang kehidupannya mencerminkan kepemimpinan yang berfokus pada tujuan mulia.