Kolegium MK

Jumat 27-02-2026,14:36 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Aris Munandar

Oleh: Dahlan Iskan

OKES. NEWS- "Saya tidak mempersoalkan menteri kesehatan. Yang saya lawan UU-nya," kata profesor ini.

Saya menemuinya Minggu pagi kemarin. Usai berolah raga. Prof Dr dr Johansyah Marzoeki, adalah ahli bedah plastik tertua di Indonesia: 86 tahun.

Anda sudah tahu: Prof Johansyah memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi. Bulan lalu. Akibatnya, konsil kedokteran dan kolegium bentukan Menkes Budi Gunadi Sadikin harus dibubarkan. Harus dibentuk konsil dan kelegium independen –kembali seperti sebelum-sebelumnya.

"Anda ahli bedah plastik pertama di Indonesia?"

"Saya yang kedua. Angkatan kedua itu tiga orang," katanya. "Ahli bedah plastik pertama kita adalah Prof Munajad Wiryaatmaja dari UI," tambahnya.

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Meski sudah 86 tahun, Prof Johansyah masih sesekali ke Johan Clinic. Masih punya meja di situ. "Kalau tidak ada masalah dengan mata ini, saya masih bisa melakukan operasi plastik," katanya. "Sekarang yang tiap hari berpraktik di sini anak saya," katanya.

Ia punya tiga anak: perempuan semua. Yang satu dokter ahli mata, satunya psikolog, dan yang terakhir ahli bedah plastik.

"Berarti yang menangani mata Prof ini anak sendiri?"

"Bukan. Di kalangan dokter berlaku prinsip biar pun anaknya sendiri dokter tidak akan menangani sakitnya orang tua. Biar objektif," katanya.

Prof Johansyah masih sangat sehat. Jalannya masih tegap. Rambutnya yang ikal dibiarkan agak panjang. Bicaranya masih tegas dan runtut. Tangannya tidak terlihat sedikit pun tremor.

Prof Johansyah juga masih mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Di S-2, S-3, dan di program subspesialis. Ia mengajar mata kuliah filsafat ilmu dan budaya ilmiah.

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Kategori :