OKES.NEWS- Aksi pencurian hasil perkebunan di Desa Padang Bindu dan Desa Padang Sari, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), semakin meresahkan masyarakat.
Warga mengaku tidak lagi merasa tenang akibat maraknya pencurian kopi, jagung, pisang, hingga kelapa sawit yang terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.
Keluhan warga pun ramai disuarakan melalui media sosial dan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati OKU Selatan Abusama, camat setempat, jajaran kepolisian, hingga pemerintah desa.
Dalam surat tersebut, masyarakat menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap situasi keamanan yang dinilai kian memburuk.
BACA JUGA:Gagalkan Aksi Pencurian Sawit, 1 Tertangkap 5 Masih Buron
BACA JUGA:Pria di Lengkiti Tertangkap Diduga Curi 165 Kg Brondolan Sawit Milik PT SBI
“Kami warga Desa Padang Bindu dan Padang Sari benar-benar merasa tidak aman. Pencurian terjadi hampir setiap waktu, mulai dari kopi, jagung, pisang hingga sawit. Kami memohon aparat keamanan segera bertindak dan memberikan solusi nyata,” demikian isi pernyataan terbuka tersebut.
Sejumlah warga menyebut aksi pencurian ini bukan kali pertama terjadi. Tanaman yang telah dirawat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, kerap hilang hanya dalam semalam.
Kerugian yang dialami para petani pun tidak sedikit karena hasil panen lenyap sebelum sempat dipetik.
Arman (45), seorang petani kopi, mengaku kebunnya sudah tiga kali menjadi sasaran pencurian. Dalam satu kejadian, puluhan kilogram kopi gelondongan hilang tanpa jejak.
Padahal, komoditas tersebut menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya.
BACA JUGA:Pria di Lengkiti Tertangkap Diduga Curi 165 Kg Brondolan Sawit Milik PT SBI
BACA JUGA:Tiga Petani di OKU Terjerat Kasus Hukum, Satu Ton Sawit Disita Polisi
“Kami menggantungkan hidup dari kebun. Jika hasilnya dicuri, berarti penghasilan kami juga hilang. Sangat menyakitkan karena hasil kerja keras berbulan-bulan raib begitu saja,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hal serupa juga dirasakan petani jagung dan pisang. Mereka kerap mendapati tanamannya telah dipanen orang tak dikenal.