OKES.NEWS - Dunia fashion kembali bikin heboh. Sebuah tas tangan unik yang diklaim terbuat dari kulit T-Rex resmi dipamerkan di Artis Zoo, Amsterdam. Tas berwarna teal ini langsung jadi pusat perhatian karena menggabungkan teknologi biologi mutakhir dengan konsep fashion mewah ramah lingkungan.
Proyek ambisius ini digarap oleh kolaborasi antara VML, The Organoid Company, dan Lab-Grown Leather Ltd., dengan sentuhan desain dari brand Slovenia Enfin Levé. Hasilnya adalah sebuah tas yang bukan cuma stylish, tapi juga membawa cerita ilmiah yang bikin penasaran.
Proses Pembuatan Dari Fosil ke Fashion
Di balik tampilannya yang elegan, proses pembuatan tas ini terbilang futuristik. Ilmuwan memulai dari fragmen kolagen fosil Tyrannosaurus rex yang ditemukan di Amerika Serikat. Dengan bantuan AI dan biologi komputasi, mereka merekonstruksi struktur genetiknya.
DNA sintetis ini kemudian dimasukkan ke dalam sel hewan sebagai “pabrik biologis”, lalu dikembangkan menjadi jaringan yang menyerupai kulit. Hasil akhirnya adalah material mirip leather yang diklaim biodegradable dan bebas kekejaman terhadap hewan.
Harga Fantastis, Siap Jadi Barang Kolektor
Setelah pameran berakhir pada Mei 2026, tas ini akan dilelang dengan harga pembuka lebih dari €575.000. Nilai fantastis ini membuatnya bukan sekadar aksesori, tapi juga aset koleksi kelas atas bagi pecinta fashion unik dan teknologi.
Kontroversi Ilmiah Benarkah dari T-Rex?
Meski terdengar revolusioner, klaim kulit T-Rex ini menuai kritik. Para ahli paleontologi menilai bahwa kolagen dinosaurus yang ditemukan saat ini hanya berupa fragmen kecil, bahkan tidak ada DNA utuh yang benar-benar bisa digunakan.
Tokoh seperti Melanie During dan Thomas Holtz Jr. menegaskan bahwa material tersebut lebih tepat disebut hasil rekonstruksi modern, bukan benar-benar berasal dari kulit asli dinosaurus.
Inovasi atau Sekadar Sensasi?
Terlepas dari pro dan kontra, tas ini membuka diskusi menarik tentang masa depan fashion. Apakah ini langkah awal menuju material mewah yang lebih etis dan berkelanjutan, atau hanya strategi marketing yang dibungkus teknologi canggih?
Yang jelas, satu hal pasti dunia fashion kini semakin dekat dengan sains, bahkan sampai menghidupkan kembali jejak makhluk purba.