Prosesor utamanya kini ESP32-P4 dual-core hingga 400 MHz, ditemani ESP32-C5 sebagai koprosesor nirkabel. PSRAM naik jadi 32 MB, dan layar tersambung lewat MIPI-DSI, bukan QSPI lagi. Konektor atasnya juga dibuat reversibel supaya modul bisa dipasang menghadap depan atau belakang, misalnya untuk kamera.
Satu hal yang menurut saya penting: sebagian dokumentasi resmi masih membahas konfigurasi S3. Kalau kamu menemukan panduan yang tidak cocok dengan spesifikasi terbaru, kemungkinan besar panduannya yang belum diperbarui. Jangan buru-buru menyimpulkan produknya bermasalah.
Data yang Masih Belum Pasti
• Kapasitas baterai masih tertulis TBD.
• Ukuran dan bobot final belum jelas. Angka 73 × 43 × 15 mm dan sekitar 50 gram berasal dari desain S3.
• Daya tahan baterai belum punya angka terverifikasi.
Semua spesifikasi di atas berasal dari klaim produsen, bukan hasil uji independen.
Apakah Kode Dot Benar-Benar Punya Fitur AI?
Kata “AI” di sini perlu dibaca hati-hati. Fitur AI Kode Dot memanfaatkan mikrofon, speaker, dan koneksi Wi-Fi ke layanan AI eksternal. Contoh yang ditampilkan adalah mengendalikan servo lewat perintah suara.
Jadi jangan bayangkan model bahasa besar yang berjalan lokal di perangkat. Menurut FAQ resminya, fitur AI membutuhkan Wi-Fi, sedangkan aplikasi lokal dan fungsi hardware tetap bisa jalan offline. Soal akun dan biaya API, itu bergantung pada aplikasi dan penyedia layanannya. Halaman produk tidak menyebut adanya langganan AI yang sudah termasuk dalam harga.
Modul Tambahan: Hati-Hati dengan Klaim Sub-GHz
Beberapa modul opsional yang terdaftar:
• Robotics Module, $18
• Maker Module, $18
• Camera Module, $29
Ini produk terpisah dan tidak ada di dalam boks standar. Boks standar hanya berisi Kode Dot, kabel USB-C, buku panduan singkat, dan stiker.