Untuk harga setinggi itu, spesifikasinya sebenarnya bukan kelas flagship.
Layar dan Performa
Layarnya AMOLED matte 3,92 inci beresolusi 1080 x 1240 (sekitar 419 ppi). Chipset-nya Snapdragon 4 Gen 2 dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB yang tidak bisa diperluas. Untuk HP yang tidak menjalankan aplikasi berat, ini lebih dari cukup.
Kamera dan Baterai
Kamera belakangnya 50MP, tetapi hasil default-nya 12MP dengan fokus tetap dan sudut setara 28mm. Tidak ada zoom. Ada tombol rana fisik, jadi rasanya seperti kamera saku. Kamera depannya 8MP.
Baterainya cuma 1.800mAh, tetapi karena nyaris tanpa proses latar belakang, Light mengklaim daya tahan sekitar satu sampai tiga hari. Yang menarik, baterainya bisa dilepas, hal yang sekarang hampir punah di dunia HP.
Bodi dan Konektivitas
Bodinya perpaduan aluminium, kaca, dan plastik daur ulang SORPLAS dengan rating IP54. Ukurannya 106 x 71,5 x 12mm dan beratnya hanya 124 gram, jauh lebih ringan dari kebanyakan smartphone. Konektivitasnya 5G, 4G LTE, Bluetooth 5.0, NFC, GPS, serta nano-SIM plus eSIM. Port-nya USB-C tanpa jack headphone.
Harga Light Phone III: Berapa Rupiahnya?
Harga pre-order resminya US$899 (unlocked), atau mulai US$59 per bulan dengan paket layanan Light dua tahun. Pajak dan ongkir belum termasuk. Kalau dikonversi kasar, angkanya sekitar Rp14–15 jutaan tergantung kurs, belum termasuk bea masuk dan pajak impor ke Indonesia.
Harga ini naik dari angka awal sekitar US$599 saat debut. Permintaan tinggi dan keterbatasan komponen membuat pengiriman pre-order tertunda. Listing terbaru menyebut estimasi September atau akhir Desember 2026, tergantung kapan kamu memesan.
Bisa Dipakai di Indonesia?
Belum ada kehadiran ritel resmi atau dukungan operator lokal di Indonesia. Secara teori HP ini bisa dipakai untuk telepon dan SMS kalau band LTE/5G-nya cocok dengan operator di sini. Tapi VoLTE, eSIM, dan 5G tidak bisa dianggap pasti jalan sebelum dites langsung. Dukungan resminya baru mencakup operator AS seperti AT&T, T-Mobile, Verizon, Mint, dan U.S. Mobile.