Tarim Duduk

Tarim Duduk

Tarim Duduk-Istimewa-

Saya minum yang dari air tanah. Minum di dekat kran. Sambil tetap berdiri. Teman saya, orang Tarim, juga mengambil gelas aluminium untuk kran air tanah. Lalu duduk. Baru minum.

Saya pun merasa ditegur secara tidak langsung: kok tidak minum sambil duduk.

"Kenapa Anda tadi tidak menegur saya ketika melihat saya minum sambil berdiri?"

Ia menjawab dengan cerita di zaman Nabi. Suatu saat, Hasan dan Husain, cucu Nabi, melihat orang berwudu dengan cara yang salah. Hasan mengajak Husain untuk menegur orang itu. Husain mencegah. "Lebih baik kita berwudu dengan cara yang benar di sebelah orang itu," jawab Husain seperti yang ditirukan teman Tarim saya.

Tarim sangat religius.

Ajaran soal tangan kanan, minum sambil duduk, pakai siwak, dan sebangsa itu begitu dalamnya dihayati.

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga diterapkan sampai sedalam itu. Khususnya soal mencuri uang rakyat.

Kenapa di Indonesia soal tangan kanan, siwak dan minum sambil duduk dianggap lebih perlu dihayati dari pada yang satu itu. (Dahlan Iskan)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: