Petir India
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. -Istimewa-
Dari mana dapat uang muka 30 persen untuk mobil berjumlah 105.000?
Kalau dari APBN mengapa Menkeu Purbaya tidak mencak-mencak?
Maka, mestinya, bukan dari APBN.
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Berarti dari Danantara? Pun pelunasannya nanti juga dari Danantara?
Sebegitu mudahkah Danantara mengeluarkan uang?
Jangan-jangan bukan dari Danantara --juga bukan dari APBN. Jangan-jangan ada orang baik hati yang menyumbang uang Rp 9 triliun untuk PT Agrinas --asal Joao jangan ngambek sampai minta berhenti begitu.
Lalu: mobil sebanyak itu akan dibagi ke siapa? Memang disebut-sebut akan dibagi ke Koperasi Desa Merah Putih. Apakah koperasinya sudah siap? Akan mengangkut apa?
Padahal mobilnya sudah akan tiba. Tidak mungkin disimpan begitu saja di gudang. Itu sangat bertentangan dengan disiplin keuangan: terkait ROI. Berarti segera pula dibagi ke koperasi. Sebelum lebaran ini.
Terlalu pusing saya memikirkan: akan dipakai mengangkut apa mobil itu. Agar hasil angkutnya bisa untuk biaya oprasional dan mengembalikan modal.
Masih ada pertanyaan ini: kalau PT Agrinas membagikan mobil itu ke Koperasi Desa Merah Putih, akad serah terimanya bagaimana? Hibah? Pinjaman? Setoran modal?
Benar-benar pusing.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: