Gelar Ngeregah Pahagh, Tradisi Syukur Jelang Ramadan

Gelar Ngeregah Pahagh, Tradisi Syukur Jelang Ramadan

Ratusan warga Desa Surabaya gelar Ngeregah Pahagh, tradisi syukur jelang Ramadan. -Hos-

Menariknya, sisa hidangan yang masih ada tidak dibiarkan terbuang. Warga membungkusnya untuk dibawa pulang, sebagai simbol berbagi rezeki dan keberkahan. 

Nilai kesederhanaan serta kepedulian sosial tercermin dalam tradisi ini.

BACA JUGA:Run D’Ranau 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Promosikan Wisata Danau Ranau

BACA JUGA:Danau Ranau OKU Selatan Dipadati Wisatawan

Bagi masyarakat Ranau, Ngeregah Pahagh bukan sekadar seremoni tahunan. Tradisi ini menjadi lambang identitas budaya, perekat persatuan, sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi lintas generasi tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa tradisi ini telah ada sejak zaman nenek moyang dan terus diwariskan hingga kini.

“Ngeregah Pahagh adalah simbol kebersamaan kami. Di sinilah seluruh warga berkumpul tanpa sekat. Kami berharap generasi muda terus menjaga dan melestarikannya,” tuturnya.

Kepala Disbudpar OKU Selatan, Adi Saputra, S.H., mengungkapkan rasa bangga dan harunya dapat hadir dalam tradisi tersebut. 

Ia menilai Ngeregah Pahagh memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata berbasis budaya yang sarat nilai religius dan sosial.

BACA JUGA:Hadapi Lonjakan Wisatawan Tahun Baru, Bupati OKU Selatan Inspeksi Danau Ranau

BACA JUGA:Ribuan Goweser Padati Danau Ranau, SRGF 2025 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lokal

“Tradisi ini sangat luar biasa. Selain mempererat silaturahmi, juga mengandung nilai keagamaan dan sosial yang kuat. Kami akan berupaya mengenalkannya lebih luas, tidak hanya di OKU Selatan, tetapi juga di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. 

Tradisi seperti Ngeregah Pahagh dapat memperkuat jati diri masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Ia pun berharap masyarakat tetap konsisten menjaga warisan leluhur tersebut agar terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: