MBG Belum Menyentuh Siswa di Lengkiti OKU, Kapan Dilaksanakan?

MBG Belum Menyentuh Siswa di Lengkiti OKU, Kapan Dilaksanakan?

MBG Belum Menyentuh Siswa di Lengkiti OKU, Kapan Dilaksankan?--

BATURAJA, OKES.NEWS – Hingga kini, siswa sekolah di wilayah Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Padahal, program tersebut telah berjalan sejak pertengahan Januari 2025. Kondisi ini memunculkan pertanyaan sekaligus harapan di tengah masyarakat, kapan giliran Lengkiti merasakan manfaatnya?

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten OKU, Dirga Repindo, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat mengakomodir kebutuhan siswa di Kecamatan Lengkiti karena belum tersedianya dapur SPPG.

BACA JUGA:Inspirasi Menu Buka Puasa Sederhana, Lezat, dan Tetap Bernutrisi

BACA JUGA:15 Warga Sumsel yang Terlantar di Kamboja,

“Untuk Kecamatan Lengkiti hingga saat ini memang belum dilayani dari program MBG dikarenakan dapur SPPG di Kecamatan Lengkiti sedang dalam tahap pembangunan,” ujar Dirga.

Meski demikian, ia memastikan bahwa ke depan program tersebut akan segera berjalan di wilayah tersebut. Berdasarkan pembaruan dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat, direncanakan akan dibangun empat dapur SPPG di Kecamatan Lengkiti.

“Insya Allah, di Lengkiti akan ada rencana empat dapur SPPG dengan rincian satu dapur khusus di lahan Pemda dan tiga dapur SPPG mitra yayasan mandiri. Untuk pembangunannya sedang progres, semoga dalam waktu dekat sudah selesai dan segera melayani,” ungkapnya.

Dirga mengakui, belum terealisasinya program MBG hingga Februari ini sedikit banyak menimbulkan kecemburuan di kalangan siswa, mengingat daerah lain telah lebih dulu menikmati program tersebut. Ia menjelaskan, skema program MBG memang berbasis kemitraan, baik mandiri maupun melalui yayasan.

Sebagian besar mitra, kata dia, cenderung memilih wilayah padat penduduk dengan akses distribusi bahan baku yang mudah dan penerima manfaat yang terkonsentrasi.

“Memang mitra atau yayasan lebih banyak terfokus ke daerah aglomerasi yang padat penduduk karena lebih mudah dalam distribusi bahan baku dan penyaluran ke penerima manfaat. Namun sejak Agustus 2025 pemerintah mulai bekerja sama dengan BGN untuk membangun dapur khusus di daerah yang belum tersentuh MBG, termasuk Kecamatan Lengkiti dan Kecamatan KPR,” jelasnya.

Kabar baiknya, saat ini sudah ada tiga rekanan atau pihak ketiga yang siap secara mandiri menjalankan program tersebut di Kecamatan Lengkiti.

“Per Januari 2026 kemarin sudah ada tiga mitra mandiri yang berminat membangun dapur SPPG di Kecamatan Lengkiti. Harapannya dalam waktu dekat ini ketika proses bangunan selesai dapat segera melayani,” ucap Dirga.

Ia berharap setelah pembangunan gedung rampung dan dinyatakan layak operasional, masyarakat khususnya siswa-siswi di Kecamatan Lengkiti dapat segera memanfaatkan program MBG sebagaimana misi Asta Cita pemerintah pusat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: