Tanpa Penalti, Messi Salip Ronaldo! Statistik Baru Panaskan Debat GOAT
Tanpa penalti, Messi Salip Ronaldo, statistik baru panaskan debat GOAT. -Instagram @leomessi-
Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, turut memberikan pujian tinggi. Ia menilai mantan rekan setimnya itu masih berada di level tertinggi dan pantas disebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa.
Menurut Mascherano, perubahan posisi di babak kedua membuat Messi lebih leluasa bergerak dan menciptakan peluang.
Secara keseluruhan, statistik terbaru ini semakin memperpanjang daftar perbandingan antara Messi dan Ronaldo—dua legenda yang telah mendominasi sepak bola dunia lebih dari satu dekade.
BACA JUGA:Isu Messi Pulang ke Barca Menguat, Haaland Jadi Target Berikutnya
BACA JUGA:Messi Bawa Argentina Bungkam Venezuela, Laga Kandang Terakhir Sang Legenda
Menariknya, ketajaman Messi bersama Inter Miami bahkan melampaui rata-rata golnya saat membela FC Barcelona.
Sejak debut profesionalnya pada 2004 bersama klub asal Spanyol tersebut, Messi mencatatkan 672 gol dari 778 pertandingan resmi, dengan rata-rata 0,86 gol per laga.
Kini, bersama Inter Miami sejak 2023, ia telah mengemas 79 gol dari 90 pertandingan, atau rata-rata 0,88 gol per pertandingan—lebih tinggi dibandingkan catatannya di Barcelona.
Kehadiran Messi juga membawa dampak signifikan bagi MLS. Popularitas liga meningkat tajam, dan Inter Miami sukses meraih sejumlah trofi bergengsi seperti Leagues Cup, Supporters’ Shield, gelar Juara Konferensi, hingga Piala MLS.
Dengan kontrak yang masih berlaku hingga Desember 2028, peluang Messi untuk terus menambah koleksi golnya masih sangat terbuka.
BACA JUGA:Messi Bawa Argentina Bungkam Venezuela, Laga Kandang Terakhir Sang Legenda
BACA JUGA:Isu Messi Pulang ke Barca Menguat, Haaland Jadi Target Berikutnya
Tantangan berikutnya akan datang saat Inter Miami menghadapi D.C. United di M&T Bank Stadium, Baltimore, dalam lanjutan MLS.
Jika kembali mencatatkan namanya di papan skor, Messi bukan hanya membantu timnya meraih hasil positif, tetapi juga semakin menegaskan bahwa di usia 38 tahun, ia tetap mampu melampaui standar tinggi yang telah ia ciptakan sendiri sepanjang perjalanan kariernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

