Pengakuan Driver Ojol yang Melakukan Pencabulan Penumpang Turis Asal Brasil, Ini Sikap Grab Indonesia

Pengakuan Driver Ojol yang Melakukan Pencabulan Penumpang Turis Asal Brasil, Ini Sikap Grab Indonesia

Grab merupakan salah satu platform layanan on demand yang jadi andalan di Bali dan Pantai Jimbaran yang menarik wisatawan.--

BACA JUGA:GrabJian Promo Kode Voucher Hari Ini Diskon Rp250.000 hingga Rp600rb

Pelaku, yang berasal dari Jember Jawa Timur, sudah berhasil ditangkap di kota Pasuruan, kurang dari sehari setelah kejadian.

Saat merilis penangkapan, pelaku mengaku melakukan pencabulan karena pakaian korban.

Ya, Kejadian ini kembali menjadi peringatan bagi para turis dan masyarakat lokal untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama, khususnya di daerah-daerah pariwisata utama seperti Bali.

Menanggapi insiden yang melibatkan mitra GrabBike di Bali, Grab Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Mayang Schreiber, Chief Communications Officer, Grab Indonesia.

BACA JUGA:Waw!! Lewat Program GrabJian, Grab Beri Diskon Ongkir Sampai Rp35 Ribu, Ini Kode Promonya

Dalam akun resminya, Grab Indonesia menyatakan apresiasi yang mendalam kepada pihak Kepolisian, khususnya Kepolisian Resor Kota Denpasar dan Kepolisian Daerah Bali, yang telah menangani kasus tersebut dengan cepat hingga berhasil menangkap tersangka.

Sejak kejadian ini terungkap pada 6 Agustus 2023, personil khusus dari kantor Grab Bali telah mendampingi korban, memberikan dukungan dalam proses penyelidikan.

Ya, termasuk mendampingi selama pemeriksaan medis dan pengiriman informasi ke Kedutaan Besar Brasil di Jakarta.

Perusahaan ini juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyediakan data yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan, termasuk titik tepat tempat kejadian perkara (TKP). 

BACA JUGA:Langkah Gojek dan Grab Menjadi Lebih Mahal Bisa Sensitif

Grab menekankan komitmennya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwajib dan akan mengambil tindakan tegas berdasarkan hasil pembuktian dari penyelidikan resmi.

Termasuk pemutusan kemitraan atau mem-blacklist mitra pengemudi yang terlibat.

Selain memberikan respons atas insiden tersebut, Grab juga berkomitmen untuk meningkatkan mekanisme pencegahan dan mengevaluasi celah yang mungkin ada dalam sistem mereka. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: