Nilai Rocky

Nilai Rocky

Dahlan Iskan-foto ist-

Waktu itu harga minyak goreng bergejolak. Harga di pasar internasional naik tinggi. Rizal minta Luhut memanggil bos-bos kelapa sawit. Mereka harus diingatkan: kacang jangan lupa kulit. Mereka menanam sawit di tanah yang diberikan negara. Mereka diberi kredit dari bank milik negara dengan bunga hanya 2 persen. Padahal kredit untuk UKM saja, saat itu, 12 persen.

"Saya senang dapat tugas injak kaki seperti ini," kata Rizal menirukan reaksi Luhut saat itu. Maka harga minyak goreng dalam negeri pun kembali normal.

Saya salut pada Peter F. Gontha yang berinisiatif menerbitkan buku Luhut Binsar Pandjaitan Menurut Kita-kota' ini. Terutama karena tokoh oposisi seperti Rizal dan Rocky Gerung diikutkan di dalamnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Berita Terkait