Teknologi Belajar Instan Ala "Matrix", Peneliti HRL Laboratories Temukan Terobosan Baru

Peneliti dari HRL Laboratories berhasil menciptakan teknologi yang mirip dengan konsep belajar instan di film "Matrix". (Foto JEAN-PHILIPPE KSIAZEK/AFP/Getty Images)--
OKES.NEWS - Peneliti dari HRL Laboratories berhasil menciptakan teknologi yang mirip dengan konsep belajar instan di film "Matrix".
Teknologi ini menggunakan stimulasi otak untuk membantu orang belajar lebih cepat.
Dalam eksperimen mereka, para ilmuwan merekam sinyal otak dari pilot profesional dan mentransfernya ke pilot pemula melalui alat berupa elektroda selama simulasi penerbangan.
Hasilnya, Pemula Jadi Lebih Jago!
Penelitian ini melibatkan 32 orang yang baru belajar terbang. Tim peneliti memantau aktivitas otak pilot berpengalaman dan mengidentifikasi sinyal-sinyal penting yang berkaitan dengan kemampuan menerbangkan pesawat.
Sinyal itu kemudian diberikan ke otak para pemula melalui stimulasi listrik. Hasilnya, performa mereka meningkat hingga 33% dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan stimulasi.
Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa menjadi ahli seperti pilot sungguhan tetap membutuhkan waktu dan latihan yang serius.
BACA JUGA:Moana Minta Adik Laki-Laki, Ria Ricis Mau Adopsi Anak!
BACA JUGA:Drama Gol! Barcelona Tumbangkan Dortmund 3-2 di Kandang!
Cara Kerjanya
Teknologi ini memanfaatkan kemampuan otak yang disebut neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru.
Dengan menargetkan area tertentu di otak yang bertanggung jawab untuk belajar, stimulasi ini diharapkan bisa mempercepat penguasaan skill rumit, seperti menerbangkan pesawat.
Masih Banyak PR
Meski hasilnya cukup bikin semangat, teknologi ini masih dalam tahap awal banget. Dr. Matthew Phillips, salah satu peneliti, menjelaskan kalau stimulasi otak memang bisa mempercepat proses belajar, tapi skill seperti terbang tetap butuh latihan terus-menerus.
Penelitian ini sudah diterbitkan di jurnal Frontiers in Human Neuroscience, tapi masih perlu diuji lebih lanjut. Ke depannya, teknologi ini juga bisa dikembangkan buat hal lain, seperti belajar bahasa atau mengemudi.
BACA JUGA:Kekalahan dari Juventus, Manchester City Semakin Terpuruk
BACA JUGA:Siapkan 23.040 Tiket, PT KAI Divre IV Buka Pemesanan KA Kualastabas Lebih Awal
Masa Depan Belajar Super Cepat?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: www.independent.co.uk