Rumah Asep, Rata dengan tanah pasca disapu angin puting beliung
Rumah Asep, Rata dengan tanah pasca disapu angin puting beliung-Istimewa-
LUBUKLINGGAU- OKES. NEWS- Satu rumah warga di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), ambruk setelah dihantam angin puting beliung.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun rumah milik Asep, warga RT 04 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, rata dengan tanah pasca-insiden tersebut.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (27/2) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari saat warga hendak sahur. Di lokasi tampak terlihat sejumlah puing-puing bangunan rumah permanen dengan ukuran 6 x 6 meter persegi itu tampak hancur.
Di mana sejumlah material berupa batu bata tampak berhamburan akibat kerasnya hantaman angin puting beliung saat itu.
BACA JUGA:Kapolres OKU Timur Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Desa Sridadi
BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Desa Sridadi, Puluhan Rumah Rusak dan Sawah Hancur
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun akibat kejadian tersebut kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Korban angin puting beliung, Asep, menceritakan kejadian berawal adanya angin kencang sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan rumah miliknya.
"Saya berdua sama anak saya di rumah. Awalnya ada angin kencang sampai atap rumah saya lepas hingga naik ke atas. Kemudian batu bata rumah saya mulai ambruk," aku Asep kepada awak media, Jumat (27/2).
Derasnya angin itu pun membuat dirinya terbangun dari tidur dan langsung membawa keluar anaknya yang baru berusia 8 tahun tersebut.
"Saat itu sedang tidur, begitu angin kencang langsung terbangun, pas juga mau sahur saat itu. Kemudian langsung bawa anak keluar rumah dan setelah itu baru ambruk, habis langsung. Kalau ambruknya pas masih di dalam rumah sudah gak tahu lagi (nasib saya)," jelasnya.
BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Desa Sridadi, Puluhan Rumah Rusak dan Sawah Hancur
BACA JUGA:Kapolres OKU Timur Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Desa Sridadi
Asep menerangkan rumah miliknya tersebut sudah berusia dua tahun sejak dibangun dan ia hanya tinggal bersama seorang anaknya.
"Tidak ada yang terluka, tapi pas ambruk itu anak saya mau kembali lagi, tapi lihat rumah sudah seperti ini jadi nangis dia. Sekarang tinggal di tempat kakak saya dulu untuk sementara waktu," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: