Sikat Gigi Saat Puasa, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sikat Gigi Saat Puasa, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi Sikat Gigi Saat Puasa -freepik-

OKES.NEWS- Banyak orang masih ragu apakah menyikat gigi ketika berpuasa dapat membatalkan ibadah. Hal ini wajar, karena kebiasaan menjaga kebersihan mulut dilakukan setiap hari dan sulit untuk ditinggalkan.

Pada dasarnya, menyikat gigi tidak otomatis membatalkan puasa selama dilakukan dengan hati-hati. Dalam pandangan para ulama, yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja, seperti makanan atau minuman. Jadi, selama tidak ada pasta gigi atau air yang tertelan, puasanya tetap sah.

Menyikat gigi tetap dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Namun, orang yang berpuasa perlu lebih waspada agar tidak menelan apa pun selama proses tersebut.

Kondisi Menyikat Gigi yang Berpotensi Membatalkan Puasa

Meski diperbolehkan, ada beberapa situasi saat menyikat gigi yang bisa menyebabkan puasa batal jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

BACA JUGA:Muntah Saat Puasa, Batal atau Tetap Sah? Ini Penjelasan Lengkapnya

BACA JUGA:Apakah Menelan Ludah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan dan Faktanya

1. Menggunakan pasta gigi terlalu banyak

Jika pasta gigi tertelan, maka puasa bisa batal karena ada zat yang masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, gunakan pasta gigi secukupnya atau cukup menyikat gigi dengan air agar lebih aman.

2. Menggunakan air berlebihan

Berkumur dengan air terlalu banyak berisiko membuat air tertelan tanpa sengaja. Gunakan air secukupnya dan lakukan dengan perlahan agar tidak masuk ke tenggorokan.

3. Memakai produk dengan rasa atau aroma sangat kuat

Pasta gigi atau pembersih mulut dengan rasa kuat dapat merangsang refleks menelan. Hal ini meningkatkan risiko zat ikut tertelan. Sebaiknya pilih produk dengan rasa ringan dan tetap berhati-hati saat menggunakannya.

Menyikat gigi saat puasa tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan. Kunci utamanya adalah kehati-hatian dan tidak berlebihan dalam penggunaannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: