8 Penyebab Flek Hitam Sat Hamil yang Normal hingga Berbahaya,

Sabtu 31-01-2026,22:11 WIB
Reporter : Hesti
Editor : Gus Munir

BACA JUGA:Hamili Gadis 13 Tahun, Dua Pelajar di OKU Selatan Jadi Tersangka

Setiap ibu hamil memiliki batas kemampuan yang berbeda, sehingga penting untuk selalu mendengarkan sinyal dari tubuh sendiri.

2. Hamil anggur (mola hidatidosa)

Hamil anggur merupakan kondisi ketika jaringan kehamilan tidak berkembang menjadi janin, melainkan berubah menjadi kumpulan kista kecil di dalam rahim. 

Perdarahan atau flek bisa menjadi salah satu tanda awalnya, sering kali disertai mual muntah berlebihan, perut yang membesar lebih cepat, serta tidak terdeteksinya detak jantung janin pada pemeriksaan USG.

Kondisi ini tergolong serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Jika Mama mengalami flek disertai gejala yang tidak biasa, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.

3. Keguguran

Pada trimester pertama, flek bisa menjadi salah satu tanda keguguran, terutama jika disertai nyeri perut bawah, kram seperti haid, atau keluarnya jaringan dari vagina. 

BACA JUGA:OKU Selatan Targetkan Nol Kematian Ibu Hamil

BACA JUGA:10 Rekomendasi Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan, Cocok bagi yang Program Hamil

Awalnya flek mungkin ringan, namun dapat berkembang menjadi perdarahan yang lebih banyak.

Tidak semua flek berujung pada keguguran, tetapi Mama perlu waspada. Pemeriksaan medis sedini mungkin sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

4. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, umumnya di tuba falopi. 

Kondisi ini berbahaya dan tidak dapat dipertahankan. Gejalanya meliputi flek, nyeri tajam di salah satu sisi perut, pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas.

Jika kalian mengalami flek disertai nyeri hebat atau tanda-tanda syok seperti pingsan, segera cari pertolongan medis darurat karena kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Kategori :