OKES.NEWS - Perlahan namun pasti, cara bertanam jagung di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, mulai mengalami perubahan.
Aktivitas menanam yang sebelumnya dikenal melelahkan dan menyita waktu seharian, kini bisa dilakukan jauh lebih singkat berkat pemanfaatan alat tanam jagung manual berteknologi sederhana.
Inovasi tersebut digagas oleh Taufik (34), petani muda asal Desa Tunas Pracak. Ia terdorong mencari metode tanam yang lebih efisien karena ketersediaan tenaga kerja di desa semakin terbatas, sementara jadwal tanam sering kali tidak bisa ditunda.
“Kalau pakai cara lama, capek dan makan waktu lama. Sekarang cari buruh juga susah. Makanya saya coba pakai alat ini supaya lebih praktis,” ujar Taufik.
BACA JUGA:Gelar Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan
BACA JUGA:Gelar Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan
Dengan alat tanam tersebut, Taufik mampu menyelesaikan penanaman jagung di lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu sekitar tiga jam.
Sebelumnya, pekerjaan yang sama membutuhkan waktu satu hari penuh, bahkan bisa lebih lama ketika tenaga kerja minim.
Tak hanya memangkas waktu kerja, hasil tanam yang dihasilkan juga dinilai lebih tertata. Jarak antar tanaman menjadi seragam dan barisan jagung tampak lurus, sehingga memudahkan proses perawatan di tahap selanjutnya.
“Susunannya rapi, jaraknya pas. Waktu pemupukan atau bersihin gulma jadi lebih gampang,” katanya.
BACA JUGA:OKU Timur Kokohkan Status Lumbung Jagung Terbesar di Sumsel
Pada awalnya, alat tersebut hanya dimanfaatkan untuk lahan milik pribadi. Namun, kecepatan dan kerapian hasil tanam menarik perhatian petani lain di wilayah Bunga Mayang.
Tak sedikit yang kemudian meminta bantuan Taufik untuk menanam jagung di lahan mereka.
Melihat peluang tersebut, Taufik pun membuka layanan jasa tanam jagung. Sistem pembayaran ditentukan berdasarkan jumlah bibit yang digunakan. Untuk setiap 5 kilogram benih jagung, ia mematok tarif sekitar Rp200 ribu.