BACA JUGA:Tips Menjalani Puasa Ramadan Saat Daya Tahan Tubuh Menurun
BACA JUGA:Alasan Penting Puasa Sebelum Operasi dan Aturan yang Perlu Diketahui
4. Mendukung Fungsi Otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan efek perlindungan pada sel-sel otak dan membantu meningkatkan fungsi kognitif. Meski sebagian besar penelitian masih dilakukan pada hewan, hasilnya menunjukkan potensi manfaat puasa bagi kesehatan otak.
5. Berpotensi Memperlambat Proses Penuaan
Puasa juga dikaitkan dengan proses regenerasi sel dan perbaikan jaringan tubuh. Dalam jangka panjang, mekanisme ini dipercaya dapat membantu memperlambat proses penuaan, meskipun penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan.
Siapa yang Sebaiknya Tidak Berpuasa?
Meskipun puasa memiliki manfaat, tidak semua pengidap diabetes dianjurkan untuk menjalaninya. Pengidap diabetes dengan kadar gula darah rata-rata di atas 300 mg/dL atau yang pernah mengalami hipoglikemia berat dalam beberapa bulan terakhir sebaiknya tidak berpuasa.
Selain itu, penderita diabetes yang bergantung pada insulin atau obat tertentu perlu sangat berhati-hati. Asupan makanan yang jauh berkurang dapat memicu hipoglikemia, yang ditandai dengan gejala seperti jantung berdebar, mudah marah, gemetar, keringat berlebih, hingga rasa dingin mendadak.
BACA JUGA:Puasa Sebelum Tes Gula Darah Ini Durasi dan Alasannya
BACA JUGA:Puasa Ramadan untuk Pengidap Hipertensi Tetap Aman dengan Pola Hidup Sehat
Tips Aman Berpuasa bagi Pengidap Diabetes
Agar puasa tetap aman dan tidak menimbulkan komplikasi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Konsultasi dengan dokter
Sebelum berpuasa, pastikan kamu berdiskusi dengan dokter untuk menilai kondisi kesehatan dan menyesuaikan pengobatan yang digunakan.
2. Kendalikan pola makan saat berbuka