OKES.NEWS- Pengidap diabetes sebenarnya tidak dilarang menjalankan puasa, selama kadar gula darah berada dalam kondisi stabil dan terkontrol. Meski demikian, banyak penderita diabetes masih merasa ragu untuk berpuasa karena terbiasa dianjurkan makan secara teratur demi menjaga gula darah tetap normal.
Padahal, jika dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan pengawasan medis, puasa justru berpotensi memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi pengidap diabetes. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu memperbaiki kondisi metabolisme tubuh.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa?
Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan selama kurang lebih 8 jam atau lebih, tubuh akan mulai memasuki fase puasa. Pada tahap awal, energi diperoleh dari cadangan glukosa. Setelah cadangan tersebut menipis, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Penggunaan lemak dalam jangka waktu tertentu inilah yang berperan dalam membantu mengontrol kadar gula darah, tekanan darah, serta profil lemak dalam darah.
BACA JUGA:Ibu Hamil Berpuasa di Bulan Ramadan, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
BACA JUGA:Tak Sekadar Ibadah, Puasa Ramadan Ternyata Bantu Pangkas Lemak
Manfaat Puasa untuk Pengidap Diabetes
Berikut beberapa manfaat puasa yang dapat dirasakan oleh pengidap diabetes jika dilakukan dengan cara yang benar.
1. Membantu Menstabilkan Gula Darah
Puasa dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Dengan sensitivitas insulin yang lebih baik, glukosa dalam darah dapat diserap sel secara lebih efisien, sehingga risiko lonjakan atau penurunan gula darah dapat ditekan.
2. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh
Diabetes yang tidak terkontrol sering kali berkaitan dengan peradangan kronis. Puasa diketahui dapat membantu menurunkan respons peradangan, sehingga kesehatan tubuh secara keseluruhan menjadi lebih baik dan risiko komplikasi dapat berkurang.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Pengidap diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung. Puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, dua faktor utama yang berperan dalam penyakit kardiovaskular.