Curah Hujan Tinggi, Petani Terancam Gagal Panen

Senin 23-02-2026,13:33 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Aris Munandar

OKES.NEWS- Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, dalam beberapa minggu terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi turunnya hasil panen padi.

Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Martapura mengimbau para petani agar lebih waspada. 

Tingginya kelembapan udara yang disertai angin kencang dinilai berpotensi memicu serangan hama dan penyakit tanaman, bahkan menyebabkan tanaman padi roboh.

Kepala BPP Kecamatan Martapura, Noma Riyandi, menjelaskan bahwa musim hujan merupakan periode yang cukup rentan bagi pertumbuhan padi, terutama di lahan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

BACA JUGA:Cegah Wabah WBC serang Padi

BACA JUGA:Resep Ayam Chilipadi Ala Rudy Choirudin, Pedas Nagih Bikin Susah Berhenti Makan

Menurutnya, peningkatan curah hujan dapat memperbesar risiko munculnya organisme pengganggu tanaman. 

Jika tidak dilakukan langkah pencegahan sejak dini, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada penurunan produksi saat panen.

Beberapa penyakit dan hama yang mulai diantisipasi di antaranya hawar daun, penggerek batang, serta sundep. 

Serangan ini bisa terjadi sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang masa panen, sehingga memerlukan perhatian serius dari petani.

Selain itu, angin kencang yang sering menyertai hujan lebat juga berisiko membuat tanaman padi rebah. 

BACA JUGA:Kelangkaan Solar Bikin Petani OKU Timur Terancam Gagal Tanam Padi

BACA JUGA:Cegah Wabah WBC serang Padi

Kondisi tanaman yang roboh tentu menyulitkan proses panen dan dapat mengurangi produktivitas secara signifikan.

Sebagai upaya pencegahan, BPP mendorong penggunaan varietas padi unggul yang memiliki daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca ekstrem. 

Kategori :