Flu Singapura Saat Hamil: Apakah Berbahaya bagi Ibu dan Janin?
Ilustrasi Flu Singapura Saat Hamil -shutterstock-
OKES.NEWS - Pernah melihat anak mengalami demam tinggi yang disertai luka atau sariawan di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi? Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda flu Singapura atau yang dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Penyakit ini memang cukup sering menyerang anak-anak.
Selain munculnya luka di mulut, flu Singapura juga biasanya disertai keluhan lain seperti sakit tenggorokan, nafsu makan menurun, perut terasa tidak nyaman, serta anak menjadi lebih rewel. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, terutama enterovirus 71 dan terkadang coxsackievirus A16.
Walaupun lebih sering menyerang anak-anak dan balita, flu Singapura juga bisa dialami orang dewasa, termasuk ibu hamil—meski kasusnya tergolong jarang.
Apa Dampaknya Jika Ibu Hamil Terkena Flu Singapura?
Pada kebanyakan kasus, infeksi virus penyebab flu Singapura tidak menimbulkan masalah serius bagi ibu hamil. Namun, tetap ada beberapa hal penting yang perlu diketahui agar kehamilan tetap aman.
Jika ibu hamil terinfeksi flu Singapura, ada kemungkinan kecil virus dapat berdampak pada janin. Hal ini hanya bisa terjadi bila virus mampu menembus plasenta, dan peluang terjadinya kondisi tersebut dinilai sangat rendah.
BACA JUGA:Anak Flu dan Batuk Saat Puasa? Ini Cara Alami Membantunya Lebih Nyaman
Meski begitu, infeksi coxsackievirus diketahui sedikit meningkatkan risiko keguguran atau bayi lahir mati, sebagaimana halnya infeksi lain yang terjadi selama kehamilan. Risiko ini menjadi lebih besar jika ibu tertular menjelang waktu persalinan. Dalam kondisi tersebut, ada kemungkinan bayi tertular saat atau setelah lahir.
Beberapa laporan juga menyebutkan adanya dugaan kaitan antara infeksi virus ini dengan kelainan bawaan, seperti gangguan pada jantung. Namun, hubungan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.
Jika kamu mengalami gejala yang mengarah ke flu Singapura, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pasalnya, penyakit ini sering disalahartikan sebagai cacar air karena gejalanya yang mirip.
Cara Mencegah Penularan Flu Singapura pada Orang Dewasa
Anak-anak merupakan kelompok yang paling mudah tertular virus penyebab flu Singapura. Karena itu, orang dewasa—terutama orang tua—bisa ikut terinfeksi saat merawat anak yang sedang sakit.
BACA JUGA:Sering Disangka Sama, Ini Cara Membedakan Diare Biasa dan Flu Perut
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: