Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Flu Singapura dan Herpangina pada Anak
Ilustrasi Perbedaan Flu Singapura dan Herpangina pada Anak -shutterstock-
Sulit menelan
Nafsu makan menurun
Pada bayi bisa disertai air liur berlebihan atau muntah
Gejala herpangina umumnya muncul sekitar 2–5 hari setelah terpapar virus. Luka di bagian belakang mulut biasanya terlihat berwarna keabu-abuan dengan tepi kemerahan, dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu.
BACA JUGA:Jangan Panik, Ini Cara Aman Menghadapi Flu Ketika Sedang Berpuasa
BACA JUGA:Flu pada Anak dan Risiko Komplikasi, Ini Tanda yang Harus Diwaspadai
Mengapa Anak Lebih Rentan Terkena Kedua Penyakit Ini?
Baik flu Singapura maupun herpangina sama-sama disebabkan oleh kelompok enterovirus. Virus ini sebenarnya sering menyerang saluran pencernaan, tetapi bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
Pada orang dewasa, sistem imun biasanya sudah memiliki antibodi yang cukup untuk melawan virus. Namun, pada bayi dan anak kecil, antibodi tersebut belum terbentuk sempurna. Inilah sebabnya anak-anak menjadi lebih mudah tertular dan mengalami gejala.
Perbedaan utama antara flu Singapura dan herpangina terletak pada lokasi dan bentuk gejalanya:
Flu Singapura: menimbulkan luka di mulut dan ruam atau lepuhan di tangan serta kaki.
Herpangina: luka hanya muncul di bagian belakang mulut dan tenggorokan, tanpa ruam di kulit.
BACA JUGA:Mengenal Flu Burung: Penyakit dari Unggas yang Bisa Mengancam Nyawa
BACA JUGA:Jangan Anggap Sepele, Flu Saat Hamil Bisa Bawa Dampak Jangka Panjang
Dengan mengenali ciri khas masing-masing, orang tua bisa lebih cepat waspada dan memberikan penanganan yang tepat pada anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: