103 Kepala Sekolah di OKU Ikuti Sosialisasi UKKJ

103 Kepala Sekolah di OKU  Ikuti Sosialisasi UKKJ

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman S.Ag., M.Si., saat memberikan paparan kepada seluruh kepsek di oku yang mengikui UKKJ.-istimewa-

BATURAJA, OKES.NEWS  – Komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam meningkatkan profesionalitas para kepala sekolah kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Sosialisasi Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Fungsional Guru. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Grand Kemuning Baturaja pada Selasa (18/11/2025) ini diikuti oleh 103 kepala sekolah SD Negeri, sebagai peserta tahap pertama dari total 187 kepala sekolah di OKU.

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman S.Ag., M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi Bidang GTK atas terselenggaranya kegiatan penting ini.

Ia menegaskan bahwa UKKJ adalah instrumen strategis dalam menilai kompetensi teknis, manajerial, serta sosial-kultural para guru sebelum dapat naik ke jenjang jabatan fungsional yang lebih tinggi.

BACA JUGA:Kadisdik OKU Beri Penghormatan atas Cepatnya Pengungkapan Kasus Guru PPPK

BACA JUGA:Wabup OKU Marjito Bachri secara resmi Lepas 235 Atlet Dilepas Menuju Porprov Muba

“UKKJ bukan formalitas. Ini dasar kelayakan guru untuk naik jenjang. Karena itu saya minta seluruh peserta mengikuti dengan serius,” tegas Kadarisman.

Ia juga meminta Ketua K3S di setiap kecamatan untuk mengimbaskan materi sosialisasi melalui pertemuan rutin.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan, Taufiq Hidayat S.Kom., MM., menjelaskan bahwa UKKJ merupakan kewajiban nasional dan menjadi persyaratan utama dalam kenaikan jabatan fungsional guru.

Sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan DPA Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tahun Anggaran 2025.

BACA JUGA:Lapas Martapura Teken MOU Legal Clinic Collaboration, Perkuat Layanan Hukum Warga Binaan

Ia memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai alur, persyaratan, serta timeline UKKJ; menyamakan persepsi antara dinas dan guru; serta memastikan kompetensi kepala sekolah terus berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Pada tahap pertama ini, sebanyak 103 kepala sekolah telah mengikuti sosialisasi. “Peserta yang belum mengikuti pada gelombang ini akan dijadwalkan pada sosialisasi selanjutnya,” jelas Taufiq.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: