Harga Karet dan Sawit Kompak Turun. Ini Dampaknya Bagi Petani...

Harga Karet dan Sawit Kompak Turun. Ini Dampaknya Bagi Petani...

Petani karet sedang menimbang getah karet. Sejauh ini, harga komoditas karet dan kelapa sawit di tingkat petani turun dan sangat menyulitkan petani, khususnya buruh tani.-Foto: Ist.-

OKU, OKES.CO.ID - Merosotnya harga karet membuat petani lesu. Lantaran harga dalam setahun terakhir tidak stabil. 

Indra, salah seorang petani di kecamatan Lengkiti membeberkan, penurunan harga karet sangat dirasakan.

Menurutnya, pasokan karet saat ini meningkat. Namun, kualitas getah karet sedikit menurun. Sehingga harga karet juga ikut turun. 

"Dampaknya memang terasa. Sejak karet turun, semangat petani juga ikut turun," papar Indra. 

BACA JUGA: Warga Pertanyakan Lampu Hias di Jembatan Ogan I Padam

Tidak hanya itu, masih kata Indra, daya beli karet juga menurun.

"Permintaan pasar juga terbatas, sehingga untuk pengeluaran dan pemasukan tudak seimbang," ucapnya.

Namun demikian, harga karet memang sudah lama mengalami harga yang tidak stabil.

Dia mengisahkan, pada 2021 lalu, karet untuk kualitas kering pernah mencapai harga Rp 11.000/kg. 

BACA JUGA: Warga Gotong Royong Pugar 4 Pura

Jika dibandingkan dengan tahun ini, ada penurunan harga relatif jauh.

Untuk harga karet dari petani ke penampung berkisar Rp 6.500-Rp7.000/kg.

Sementara itu, komoditi lainnya yang harganya turun adalah kelapa sawit

Ridwan, salah seorang petani di desa Negeri Ratu, kecamatan Lengkiti, harga Tandan Buah Sawit (TBS) juga mengalami penurunan dan belum stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: