Begini Pernyataan Presiden Jokowi Saat Buka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Palembang

Begini Pernyataan Presiden Jokowi Saat  Buka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Palembang

Pj Gubernur Sumsel H Agus Fatoni saaat jabat tangan dengan Presiden Jokowi di pembukaan Muktamar IMM XX di Palembang--

Begini Pernyataan Presiden Jokowi Saat  Buka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Palembang

Palembang, okes.news - Presiden Joko Widodo(Jokowi)  resmi membuka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada Jumat malam, di Main Dining Hall, Jakabaring Sport City Palembang,  Sumatra Selatan.

 Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden RI, yang disaksikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumatra Selatan Agus Fatoni dan pejabat lainnya.

Dalam pernyataanya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya hilirisasi industri dan kehati-hatian dalam mengelola ekonomi nasional menghadapi tantangan global.

BACA JUGA:Dari IKN Kaltim, Presiden Jokowi ke Palembang Buka Muktamar XX IMM

Jokowi menyatakan bahwa meskipun tantangan global berat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju.

Ini  sebagaimana dianalisis oleh lembaga-lembaga internasional seperti OECD, World Bank, dan IMF.

Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya hilirisasi yang telah dilakukan Indonesia, seperti pada industri smelter oleh PT Freeport dan industri nikel, yang meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

 "Nilai ekspor kita mencapai Rp510 triliun setelah pembangunan smelter, dibandingkan hanya Rp30 triliun saat mengekspor bahan mentah nikel," ujar Presiden.

Hilirisasi, menurut Presiden, bukan hanya terbatas pada mineral tetapi juga perlu diterapkan pada sektor perkebunan, pertanian, perikanan, dan kelautan, untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri dan kesempatan kerja. 

BACA JUGA:Presiden Jokowi Lantik Hadi Menkopolhukam dan AHY Menteri Agraria, Ada Komentar Sebut AHY The Next President

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menghadapi tantangan internasional.

Termasuk gugatan di WTO mengenai kebijakan ekspor nikel, serta mengingatkan tentang resesi global yang mempengaruhi beberapa negara besar.

Presiden menekankan pentingnya berhati-hati dalam mengelola ekonomi dan APBN untuk menjaga kestabilan negara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: