Bocah 3 Tahun Temukan Amulet Kuno Berusia 3.800 Tahun di Israel

Bocah 3 Tahun Temukan Amulet Kuno Berusia 3.800 Tahun di Israel

Amulet scarab berusia 3.800 tahun (Foto Israel Antiquities Authority/Facebook)--

OKES.NEWS - Siapa sangka jalan-jalan santai bisa berujung pada penemuan sejarah? Itulah yang dialami Ziv Nitzan, bocah perempuan berusia tiga tahun, saat liburan keluarga ke situs arkeologi Tel Azekah, Israel selatan, pada Maret 2025. Tanpa sengaja, ia menemukan amulet scarab kuno dari zaman Kanaan yang usianya diperkirakan mencapai 3.800 tahun!

Penemuan Iseng yang Jadi Berharga

Kejadiannya sederhana. Ziv dan keluarganya sedang berjalan santai di jalur pendakian Tel Azekah, kawasan yang dikenal dalam kisah Alkitab sebagai lokasi pertarungan Daud dan Goliat. Di antara ribuan batu di tanah, Ziv tiba-tiba berhenti, membungkuk, dan mengambil sebuah batu kecil. Setelah ia mengusapnya, keluarga Nitzan sadar kalau batu itu bukan batu biasa.

"Kami cuma jalan-jalan seperti biasa, lalu Ziv tiba-tiba memungut batu ini," cerita kakaknya, Omer Nitzan. "Begitu dia bersihkan pasirnya, kami langsung sadar kalau ada yang berbeda."

BACA JUGA:5 Film Keluarga yang Penuh Emosi dan Tawa untuk Libur Lebaran

Artefak dari Zaman Kanaan

Setelah memastikan temuannya bukan sekadar batu, keluarga Ziv langsung melaporkannya ke Otoritas Kepurbakalaan Israel. Para ahli kemudian mengonfirmasi bahwa benda tersebut adalah amulet scarab dari era Kanaan, periode di mana hubungan budaya antara Kanaan dan Mesir sangat erat. Amulet berbentuk kumbang ini dulunya digunakan sebagai segel atau jimat dan biasanya dihiasi ukiran simbolis yang melambangkan status sosial atau kepercayaan agama.

Penemuan ini menambah daftar panjang artefak berharga dari Tel Azekah, yang telah lama menjadi pusat penelitian sejarah karena lapisan-lapisan peninggalannya dari berbagai zaman.

BACA JUGA:Bupati OKU dan Perumda Tirta Raja Raih Penghargaan Bergengsi

Penghargaan untuk Ziv

Menteri Warisan Israel, Amichai Eliyahu, ikut mengapresiasi penemuan ini. Ia menekankan bahwa siapa pun, termasuk anak kecil, bisa berperan dalam mengungkap sejarah. Sebagai bentuk penghargaan, Ziv diberikan sertifikat atas jasanya dalam membantu melestarikan warisan budaya.

Siapa sangka, perjalanan biasa bisa membawa Ziv menemukan potongan sejarah yang sudah terkubur ribuan tahun? Mungkin ini jadi pengingat kalau di mana pun, sejarah selalu menunggu untuk ditemukan—bahkan oleh tangan kecil seorang bocah tiga tahun!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: