Rahasia Tubuh Tetap Bugar Saat Puasa, Jangan Abaikan Asupan Air
Ilustrasi Jangan Abaikan Asupan Air -freepik-
OKU EKSPRES.COM- Selama menjalankan puasa, umat Muslim tidak mengonsumsi makanan dan minuman sepanjang hari. Kondisi ini membuat asupan cairan tubuh berkurang dan berisiko menyebabkan dehidrasi. Padahal, aktivitas harian tetap harus dijalani dan sebagian besar membutuhkan konsentrasi tinggi. Ketika tubuh kekurangan cairan, fokus dan stamina pun bisa menurun.
Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan selama puasa menjadi hal yang sangat penting agar ibadah tetap lancar tanpa mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa cara efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi saat puasa.
Tips Mencegah Dehidrasi Selama Puasa
Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, berbagai gangguan dapat muncul, seperti pusing, sakit kepala, dan mudah lelah. Dehidrasi juga dapat ditandai dengan produksi urin yang berkurang dan warna urine yang lebih gelap.
Agar kondisi tersebut tidak terjadi, perhatikan beberapa langkah berikut ini:
BACA JUGA:Mengapa Durasi Puasa Berbeda di Setiap Negara? Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Puasa Bisa Redakan Asam Lambung, Ini Penjelasan Medisnya
1. Penuhi Kebutuhan Air Harian
Meski sedang berpuasa, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi, yaitu sekitar 2–2,5 liter atau setara 8 gelas per hari. Kamu bisa membaginya dengan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka hingga setelah makan, dan dua gelas sebelum tidur.
Mengonsumsi air hangat cenderung lebih mudah diserap tubuh dibandingkan air dingin. Selain air putih, sup, buah, dan sayuran juga dapat menjadi sumber cairan tambahan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Batasi Garam dan Bumbu Tajam
Asupan garam dan rempah-rempah berlebihan dapat memicu rasa haus karena meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Oleh sebab itu, sebaiknya batasi penggunaan bumbu asin dan pedas, terutama saat sahur, agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan selama puasa.
3. Kurangi Minuman Berkafein
Minuman berkafein seperti kopi dan teh memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini menyebabkan cairan tubuh lebih cepat keluar, sehingga risiko dehidrasi pun meningkat. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: