Semangat kebersamaan dan gotong royong, menurutnya, merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ketua PCNU OKU Timur K.H. Syahri mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk mensyukuri nikmat kesehatan sehingga dapat bersama-sama memperingati satu abad NU.
Ia menilai momentum 100 tahun NU merupakan peristiwa bersejarah yang harus dimaknai dengan peningkatan khidmat dan pengabdian kepada organisasi.
BACA JUGA:TPID OKU Selatan Hadirkan Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Inflasi Daerah
BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Minta Bantuan Sarana Pengelolaan Sampah ke Menteri Lingkungan Hidup
“Tidak semua generasi diberi kesempatan menyaksikan usia NU mencapai satu abad. Karena itu, mari kita isi momentum ini dengan pengabdian dan khidmat kepada NU dengan sepenuh hati,” ungkapnya.
Pengajian Akbar Harlah 1 Abad NU dan SILATDA II Kader Penggerak NU se-Sumatera Selatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh KH. Marzuqi Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang.
Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah meneladani perjuangan para ulama NU, menjaga persatuan, serta memperkuat sikap moderat dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat.