OKES.NEWS- Dalam rangka meningkatkan kesiapan serta kemampuan pertolongan pertama di lingkungan sekolah, tenaga kesehatan dari Puskesmas Muaradua melaksanakan kegiatan Edukasi dan Orientasi Pelaksanaan First Aider P3LP bagi guru wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK).
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang guru MTsN 1 OKU Selatan pada Kamis (26/02/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran guru sebagai pihak terdekat dengan peserta didik dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan madrasah.
Melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama, para guru diharapkan mampu memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat sebelum siswa mendapatkan perawatan lebih lanjut dari tenaga medis.
BACA JUGA: Deteksi Dini Penyakit, Puskesmas Muaradua Laksanakan Skrining Kesehatan di Lingkungan VII Kisau
BACA JUGA:Permudah Layanan, Puskesmas Muaradua Sosialisasikan Pendaftaran Online Mobile JKN
Dalam sesi pemaparan materi, petugas kesehatan menekankan pentingnya pemahaman prosedur pertolongan pertama mengingat berbagai kejadian darurat dapat terjadi sewaktu-waktu di sekolah.
Beberapa kondisi yang kerap ditemui antara lain siswa pingsan saat upacara, mimisan, terjatuh saat kegiatan olahraga, hingga cedera ringan lainnya.
Petugas kesehatan menjelaskan bahwa guru memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan siswa selama kegiatan belajar berlangsung.
Oleh sebab itu, guru perlu dibekali keterampilan dasar agar dapat mengambil tindakan awal yang aman dan sesuai prosedur ketika terjadi keadaan darurat.
BACA JUGA:UPT Puskesmas Muaradua Optimalkan Pengendalian Infeksi Demi Keselamatan Pasien
BACA JUGA:Puskesmas Muaradua Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Siswa SMA
Materi yang diberikan mencakup penanganan cedera ringan, langkah awal menghadapi siswa yang pingsan, cara menghentikan mimisan, serta teknik dasar pertolongan pertama lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teori, namun juga dilengkapi dengan panduan praktis agar para peserta dapat memahami dan mempraktikkan langkah-langkah penanganan secara langsung.
Para guru menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mengikuti simulasi sederhana yang diperagakan oleh petugas kesehatan.