Gadget Masa Depan Kubus Glyph (1) Bikin Scroll Menu Terasa Kuno

Sabtu 07-11-2026,10:51 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS - Pernah kepikiran nggak, kenapa gadget makin canggih tapi malah makin bikin capek mata? Nah, desainer industri asal Hungaria, Adam Miklosi, punya jawaban nyentrik lewat konsep bernama Glyph (1). Bentuknya kubus transparan enam sisi, tanpa layar sama sekali. Tapi tunggu dulu, ini bukan produk resmi Nothing ya.

Apa Itu Glyph (1) dan Siapa Pembuatnya?

Glyph (1) adalah konsep perangkat pendamping AI tanpa layar karya Adam Miklosi, desainer freelance berbasis Budapest. Menurut liputan Designboom pada 3 November 2026, konsep ini awalnya dibagikan di komunitas Nothing untuk meminta masukan. Miklosi sendiri menyebutnya proyek iseng, bukan kolaborasi resmi dengan Nothing.

Jadi, kalau kamu lihat judul bombastis di luar sana yang bilang Nothing meluncurkan kubus AI, jangan langsung percaya. Sejauh ini belum ada harga, spesifikasi teknis, mitra produksi, apalagi tanggal rilis.

Cara Kerja Kubus AI Tanpa Layar Ini

Di sinilah bagian paling menarik. Setiap sisi kubus punya Glyph Matrix sendiri, yaitu susunan LED putih yang bisa diprogram. Cukup putar kubus sampai sisi yang kamu mau menghadap ke atas, lalu sensor orientasi akan mengaktifkan fungsi sisi tersebut. Tidak ada menu, tidak ada aplikasi yang harus dibuka.

Satu sisi bisa jadi kontrol musik, sisi lain untuk scene smart home, satu lagi timer, dan satu sisi khusus asisten suara AI. Cangkangnya dari polikarbonat bening dengan sasis bertekstur di dalamnya, jadi gayanya memang sangat khas Nothing.

Kenapa Desain Tanpa Layar Mulai Dilirik?

Dari sisi Information Gain, ini poin yang jarang dibahas: Glyph (1) sebenarnya bukan soal teknologi baru, tapi soal cara berinteraksi. Pola LED di tiap sisi berfungsi sebagai bahasa visual sederhana untuk status, notifikasi, dan pemutaran. Kamu cukup melirik, bukan menatap.

Menurut pandangan saya, ide ini terasa segar karena kita sudah terlalu sering menyentuh layar hanya untuk hal sepele seperti mengatur timer. Memutar benda fisik itu entah kenapa lebih memuaskan, mirip sensasi mengklik pulpen. Tapi saya juga skeptis: dengan matriks LED yang terbatas, fungsi rumit seperti membaca pesan panjang pasti tetap butuh ponsel. Jadi kubus ini lebih cocok jadi pelengkap, bukan pengganti.

Apakah Glyph (1) Bakal Dijual?

Jawaban jujurnya: belum ada tanda-tanda. Belum ada konfirmasi produksi, pendanaan, maupun dukungan resmi dari Nothing. Bagi pembaca di Indonesia yang berharap bisa membelinya dalam waktu dekat, sebaiknya tahan dulu ekspektasi.

Konsep Keren yang Layak Dipantau

Glyph (1) adalah gambaran manis tentang gadget AI yang lebih tenang dan tidak menuntut perhatian terus-menerus. Statusnya masih konsep, tetapi pesannya jelas: teknologi tidak harus selalu berupa layar. Menurut kamu, mau nggak punya kubus AI seperti ini di meja kerja?

Kategori :