Perkuat Transparansi Anggaran Lewat Pelatihan Analisis Standar Belanja
Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik dan Nonfisik bagi aparatur Pemerintah Kabupaten OKU. -Istimewa-
BATURAJA –OKES.NEWS -Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik dan Nonfisik bagi aparatur Pemerintah Kabupaten OKU sebagai langkah memperkuat tata kelola perencanaan dan penganggaran daerah.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas serta kompetensi aparatur dalam menyusun perencanaan pembangunan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Pelatihan ASB dinilai memiliki peran penting dalam memastikan kewajaran penggunaan anggaran daerah. Melalui penerapan standar belanja yang terukur, setiap program dan kegiatan dapat disusun berdasarkan kebutuhan riil serta standar biaya yang jelas.
Dalam sambutannya, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa Analisis Standar Belanja menjadi salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang lebih baik dan berbasis kinerja.
BACA JUGA:Bupati Teddy Ajak ASN Profesional dan Berintegritas dalam Melayani Masyarakat
BACA JUGA:Panen Perdana Sawit BUMDes di OKU, Bupati Teddy Tekankan Transparansi Dana Desa
Menurutnya, penerapan ASB dapat meningkatkan kualitas perencanaan serta penganggaran daerah agar lebih selaras dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Pelatihan ASB memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih baik serta berbasis kinerja. Dengan demikian, kualitas perencanaan dan penganggaran daerah akan semakin meningkat dan selaras dengan prioritas pembangunan,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten OKU berharap melalui kegiatan pelatihan ini, seluruh perangkat daerah dapat memahami serta mengimplementasikan Analisis Standar Belanja secara optimal dalam dokumen perencanaan maupun penganggaran.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih profesional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: