Jangan Anggap Sepele, Flu Saat Hamil Bisa Bawa Dampak Jangka Panjang
Ilustrasi Flu Saat Hamil Bisa Bawa Dampak Jangka Panjang -shutterstock-
OKES.NEWS - Mengalami flu saat hamil memang membuat tubuh terasa tidak nyaman. Di sisi lain, ibu hamil juga tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat. Namun, ternyata bukan hanya itu yang perlu diwaspadai. Beberapa penelitian menemukan bahwa flu saat kehamilan diduga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan bipolar pada anak di kemudian hari.
Lalu, bagaimana bisa penyakit yang terlihat ringan seperti flu berpengaruh pada kondisi mental anak? Berikut penjelasan lengkapnya.
Flu Saat Hamil dan Kaitannya dengan Risiko Bipolar pada Anak
Kondisi kesehatan ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. Bahkan infeksi ringan seperti flu pun diduga dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental anak.
Sebuah studi yang didukung oleh National Institutes of Health dan dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry pada tahun 2013 membahas hal ini. Penelitian tersebut dipimpin oleh Alan Brown, seorang psikiater dari Columbia University.
BACA JUGA:Bukan Cuma Hidung yang Bisa “Flu”, Ini Fakta Penting tentang Flu Perut yang Wajib Kamu Tahu
BACA JUGA:Jangan Salah Langkah! Ini Pantangan dan Cara Cegah Flu Perut yang Perlu Kamu Tahu
Hasilnya menunjukkan bahwa ibu yang terserang flu saat hamil memiliki kemungkinan sekitar empat kali lebih besar melahirkan anak dengan gangguan bipolar dibandingkan ibu yang tidak mengalami flu selama kehamilan.
Mengutip laporan dari Science Daily, penelitian ini melibatkan ibu yang melahirkan pada periode 1959–1966 beserta anak-anak mereka. Dari data tersebut, peneliti menemukan 92 kasus gangguan bipolar dan membandingkannya dengan 722 partisipan lain yang disesuaikan berdasarkan riwayat flu selama kehamilan.
Risiko ini diketahui cenderung lebih tinggi bila flu terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Bahkan, paparan flu juga dikaitkan dengan peningkatan hampir enam kali lipat pada jenis bipolar yang disertai gejala psikotik.
Biasanya, gangguan bipolar baru terdeteksi saat seseorang memasuki usia remaja hingga awal 20-an. Kondisi ini menyebabkan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem, misalnya dari perasaan sangat gembira menjadi sangat sedih atau marah dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Jangan Anggap Sepele! Ini 5 Cara Lindungi Anak dari Flu Singapura
BACA JUGA:Liburan Terganggu karena Flu? Ini Cara Alami Bantu Tubuh Cepat Pulih
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara flu saat hamil dan bipolar pada anak belum bisa dipastikan sebagai hubungan sebab-akibat. Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk benar-benar memastikan kaitannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: