OKU Memasuki Pancaroba, Antisipasi Terjadi Kasus DBD

OKU Memasuki Pancaroba, Antisipasi Terjadi Kasus DBD

Dedy Wijaya SKM Mkes (Foto: ist)--

BATURAJA – Saat ini sudah mulai memasuki musim pancaroba. Yakni peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Pada musim pancaroba seperti saat ini, rentan menyebarnya penyakit. Terutama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Pada musim pancaroba, keganasan kuman biasanya meningkat. Jangan sampai imun kita lemah, virus masuk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Dedy Wijaya SKM MKes, Kamis (16/11/12023).

BACA JUGA:Kasus Penipuan di OKU, Madu Palsu Dicampur Zat Bahaya

Pada musim pancaroba, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD. Yakni dengan melakukan pencegahan dengan melakukan 3 M plus. 

Yakni menguras penampungan air, menutup penampungan air dan mengubur barang bekas. Serta plusnya yakni melakukan abatesasi. 

“Sehingga, jangan samapai ada tempat perindukan nyamuk. Jika ada kita kasih obat abate,” lanjut Dedy Wijaya.

Upaya pencegahan lain yakni, Dinas Kesehatan OKU memiliki jejaring 18 Puskesmas.

Puskesmas-Puskesmas tersebut sudah diberikan surat agar melakukan pencegahan kasus DBD. Termasuk dengan melakukan penyuluhan.

“Penyuluhan pencegahan DBD ini penting karena memutus mata rantai DBD bisa dilakukan masyarakat. Salahsatunya melakukan 3M,” sambungnya.

BACA JUGA:Teddy Meilwansyah : Pejabat Harus Punya Kepekaan Sosial

Dedy menambahkan, jika ada kasus DBD di suatu wilayah, pihak Dinkes Kabupaten OKU akan lakukan fogging. Fogging tersebut difokuskan di wilayah yang terjadi kasus DBD saja.

“Sejauh ini belum ada laporan terkait kasus DBD di Kabupaten OKU,” pungkas Dedi. (gsm)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: