Ilmuwan Mencoba Menghidupkan Kembali Mammoth, Hewan Purba yang Punah Ribuan Tahun Lalu

Mammoth berbulu, hewan purba yang telah punah ribuan tahun lalu. (Foto Natural History Museum, London/SPL)--
OKES.NEWS - Pernah dengar soal mammoth berbulu? Hewan raksasa yang punah ribuan tahun lalu ini lagi jadi perhatian para peneliti.
Lewat proyek bernama Woolly Mammoth Revival Project yang dimulai sejak 2015, para ilmuwan mencoba menghadirkan kembali hewan purba ini dengan bantuan teknologi canggih seperti CRISPR-Cas9.
Rencananya, mereka bakal menciptakan spesies baru bernama “mammophant,” yaitu gabungan antara gajah Asia dan mammoth.
Mammophant ini nantinya punya ciri khas seperti bulu tebal dan lemak ekstra biar bisa tahan hidup di cuaca dingin ekstrem tundra Arktik.
Dampak untuk Lingkungan
Kehadiran mammophant di tundra Arktik diprediksi bisa membawa manfaat besar buat lingkungan.
Mereka bakal membantu mengembalikan padang rumput yang hilang, mencegah salju menumpuk, dan menjaga tanah permafrost tetap beku.
Kalau permafrost ini nggak mencair, emisi gas rumah kaca yang memperparah perubahan iklim bisa berkurang. Jadi, proyek ini bukan cuma soal membawa kembali mammoth, tapi juga menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah kutub.
BACA JUGA:Nissan dan Honda Merger, Mitsubishi Mungkin Ikutan
BACA JUGA:Robot Masa Depan Bisa Baca Emosi Lewat Kulit
Cara Kerja dan Perkembangannya
Para peneliti memakai teknologi genetika buat memasukkan gen mammoth ke dalam DNA gajah Asia.
Mereka udah menemukan sekitar 60 gen penting, seperti gen yang bikin tubuh lebih tahan dingin.
Tim dari Colossal Biosciences, yang dipimpin ahli genetika George Church, sekarang lagi fokus bikin embrio yang ditargetkan jadi pada 2027.
Menghidupkan kembali mammoth berbulu bukan cuma keren dari sisi sains, tapi juga bisa bantu atasi masalah lingkungan.
Proyek ini membuka jalan buat ngurangin dampak perubahan iklim lewat ekosistem yang lebih sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: