Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Tepat Merawat Luka pada Penderita Diabetes

Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Tepat Merawat Luka pada Penderita Diabetes

Ilustrasi merawat luka diabetes.-ciputrahospital.com-

OKS.NEWS - Dalam keseharian, tidak sedikit pasien—terutama penyandang diabetes—yang membutuhkan pemeriksaan serta perawatan luka secara berkala di rumah. Kondisi ini kerap dialami pascaoperasi maupun pada kasus luka kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang. Sayangnya, keterbatasan waktu, jarak ke fasilitas kesehatan, hingga kurangnya tenaga medis masih menjadi kendala utama bagi banyak pasien.

 

Spesialis ortopedi, dr. Muhammad Shoifi, Sp.OT(K), menekankan bahwa perawatan luka yang tepat memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Health Talk bertajuk “Rawat luka Modern di Era Digital” yang digelar bertepatan dengan peluncuran layanan Medis Fine di Ciputra World Mall Surabaya, Senin (26/1/2026).

 

Menurutnya, pemilihan fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan wound care dan home care menjadi faktor krusial, khususnya bagi pasien dengan luka yang membutuhkan perawatan berkelanjutan. Layanan wound care dirancang untuk menangani berbagai jenis luka secara aman dan terkontrol, sementara home care memungkinkan pasien memperoleh pendampingan medis langsung di lingkungan rumah.

 

Tenaga kesehatan yang datang ke rumah tidak hanya melakukan perawatan luka sesuai kondisi pasien, tetapi juga berperan dalam menilai apakah diperlukan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.

BACA JUGA:575 Warga Kurang Mampu di OKU Terima Sambungan Listrik Gratis dari PLN

 

Luka pada penderita diabetes membutuhkan perhatian ekstra karena memiliki risiko tinggi mengalami infeksi berat. Jika penanganannya tidak optimal, kondisi tersebut bahkan dapat berujung pada tindakan amputasi. Gangguan penyembuhan umumnya dipicu oleh kadar gula darah yang tinggi, yang berdampak pada terganggunya aliran darah serta melemahnya sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, luka—terutama di area kaki—memerlukan perawatan yang jauh lebih teliti dibandingkan luka biasa.

 

Langkah awal yang sangat penting adalah melakukan evaluasi luka secara rutin. Pasien maupun pendamping disarankan untuk mengamati ukuran dan kedalaman luka, perubahan warna jaringan, serta munculnya tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri, atau keluarnya cairan bernanah. Luka yang menunjukkan adanya jaringan mati atau perubahan warna menjadi kehitaman harus segera mendapat penanganan medis.

 

Selain pemantauan berkala, upaya pengendalian infeksi juga menjadi aspek penting dalam perawatan luka diabetes. Luka perlu dibersihkan menggunakan antiseptik yang direkomendasikan tenaga kesehatan agar kuman dapat dikendalikan tanpa merusak jaringan sehat. Pada luka yang tidak terlalu dalam, penggunaan antibiotik topikal dapat membantu mencegah infeksi lanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: