Sering Sakit dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Ini Tanda Daya Tahan Tubuh Perlu Diperiksa

Sering Sakit dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Ini Tanda Daya Tahan Tubuh Perlu Diperiksa

Ilustrasi Tanda Daya Tahan Tubuh Perlu Diperiksa -shutterstock-

OKES.NEWS -Sistem kekebalan tubuh bisa diibaratkan seperti pasukan penjaga yang bertugas melindungi tubuh dari serangan berbagai “musuh”, seperti bakteri, virus, dan jamur. Sementara itu, makanan bergizi berperan sebagai perlengkapan tempur agar pasukan ini bisa bekerja secara optimal. Jika tubuh sering “berperang” tetapi tidak dibekali nutrisi yang cukup, maka pertahanan tubuh bisa melemah. Akibatnya, kamu jadi lebih mudah terserang penyakit.

Flu merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami banyak orang karena virusnya sangat mudah menyebar. Namun, sering tertular flu tidak selalu berarti daya tahan tubuhmu lemah. Faktor seperti pola hidup, kebiasaan makan, hingga perubahan cuaca juga bisa memengaruhi kondisi tubuh.

Meski begitu, kamu patut lebih waspada bila flu sering disertai keluhan lain, seperti cepat lelah, berat badan berubah tanpa sebab yang jelas, rambut rontok, muncul ruam di kulit, atau gejala lain yang tidak biasa. Jika ini terjadi, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan sistem kekebalan tubuh atau tes imunitas.

Mengenal Prosedur Tes Imunitas

Salah satu pemeriksaan yang sering digunakan untuk mendeteksi gangguan autoimun adalah Antinuclear Antibody Test (ANA). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta tes penunjang lainnya.

BACA JUGA:9 Makanan Terbaik yang Bantu Tubuh Cepat Pulih Saat Flu

BACA JUGA:Liburan Terganggu karena Flu? Ini Cara Alami Bantu Tubuh Cepat Pulih

Tes ANA umumnya dianjurkan bila seseorang mengalami gejala yang mengarah ke penyakit autoimun, seperti nyeri sendi, kelelahan berkepanjangan, demam yang tidak jelas penyebabnya, ruam pada kulit, mati rasa di tangan atau kaki, rambut rontok, hingga sensitif terhadap cahaya.

Sebelum menjalani pemeriksaan ini, biasanya tidak diperlukan persiapan khusus. Namun, kamu perlu memberi tahu dokter mengenai keluhan yang dirasakan serta obat, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.

Proses tes dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh vena di lengan, lalu sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah terdapat antibodi antinuklear di dalam darah.

Memahami Hasil Tes ANA

Jika dalam pemeriksaan ditemukan antibodi antinuklear, maka hasil tes akan dinyatakan positif. Sebaliknya, bila tidak ditemukan, hasilnya akan negatif. Namun perlu dipahami, hasil positif tidak otomatis menunjukkan satu jenis penyakit autoimun tertentu.

BACA JUGA:Flu Datang Saat Liburan? Ini Cara Alami Biar Tubuh Cepat Pulih

BACA JUGA:Waspadai Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: