Puasa Ramadan untuk Pengidap Hipertensi Tetap Aman dengan Pola Hidup Sehat

Puasa Ramadan untuk Pengidap Hipertensi Tetap Aman dengan Pola Hidup Sehat

Ilustrasi Puasa Ramadan untuk Pengidap Hipertensi -istock-

OKES.NEWS- Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam karena di bulan ini ibadah puasa dijalankan selama satu bulan penuh. Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Kondisi ini membuat lambung berada dalam keadaan kosong selama beberapa jam, yang dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah dalam pembuluh arteri berada di atas batas normal. Meski demikian, pengidap hipertensi tetap dapat menjalankan puasa, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan memperhatikan kondisi tubuh. Dengan pengelolaan yang baik, puasa justru dapat membantu mengontrol tekanan darah.

Pentingnya Gaya Hidup Sehat bagi Pengidap Hipertensi

Secara umum, tekanan darah normal berada pada kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai atau melebihi 130/80 mmHg. Oleh karena itu, pengidap hipertensi perlu menerapkan pola hidup sehat, terutama saat menjalani puasa, agar tekanan darah tetap terkontrol.

Berikut beberapa tips sehat yang dapat diterapkan oleh pengidap hipertensi selama bulan Ramadan:

BACA JUGA:Puasa Mutih dalam Tradisi Jawa dan Tinjauan Kesehatannya

BACA JUGA:Puasa Sambil Diet Tetap Bisa Asal Pilih Menu yang Tepat

1. Mengatur Konsumsi Obat

Jika kamu rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah, pastikan penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter. Pemilihan obat yang tepat bertujuan untuk meminimalkan efek samping, seperti pusing, gangguan tidur, nyeri otot, atau masalah pencernaan, yang dapat mengganggu kelancaran puasa.

2. Membatasi Asupan Garam

Pengidap hipertensi dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi garam selama puasa. Makanan olahan, cepat saji, dan kalengan umumnya mengandung natrium dalam jumlah tinggi yang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Sebagai alternatif, gunakan rempah-rempah alami untuk menambah cita rasa masakan.

3. Memilih Waktu dan Jenis Olahraga yang Tepat

Aktivitas fisik tetap penting dilakukan, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Waktu yang disarankan untuk berolahraga adalah pagi hari atau sore menjelang berbuka, saat cuaca tidak terlalu panas. Pilih olahraga ringan hingga sedang, seperti jalan santai, bersepeda, atau yoga, dan hindari aktivitas yang terlalu berat.

4. Tidak Melewatkan Sahur dan Berbuka

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: