Manfaat Puasa dalam Menekan Risiko Penyakit Degeneratif
Ilustrasi Manfaat Puasa dalam Menekan Risiko Penyakit Degeneratif -pexels-
OKES.NEWS- Puasa dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi otak, memperkuat sistem imun, hingga memperbaiki sensitivitas insulin dan suasana hati. Menariknya, puasa juga disebut berperan dalam menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif. Benarkah demikian? Simak penjelasannya berikut ini.
Puasa dan Perannya dalam Mencegah Penyakit Degeneratif
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa memberikan dampak positif terhadap perlindungan tubuh dari penyakit degeneratif. Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh Universitas California Irvine, Amerika Serikat. Penelitian ini mengungkapkan bahwa puasa dapat memengaruhi ritme sirkadian pada organ hati dan otot rangka. Dampak ini membantu memperbaiki proses metabolisme serta meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit degeneratif.
Beberapa penyakit yang risikonya dapat ditekan melalui puasa antara lain penyakit jantung, hipertensi, osteoporosis, diabetes tipe 2, hingga kanker. Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian di Utah pada tahun 2008 yang menyebutkan bahwa puasa mampu menurunkan risiko penyakit jantung hingga lebih dari setengahnya. Hal ini terjadi karena saat berpuasa, tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.
Proses tersebut membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, sehingga risiko gangguan jantung pun ikut berkurang. Penelitian lain dari Intermountain Medical Center Heart Institute juga mendukung temuan ini, dengan menyebutkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan kolesterol tinggi serta mencegah terjadinya diabetes.
BACA JUGA:Benarkah Puasa Membantu Menurunkan Tekanan Darah? Ini Faktanya
BACA JUGA:Manfaat Tersembunyi Puasa: Cara Tubuh Melakukan Detoks dari Dalam
Tips Menjalani Puasa Sehat agar Manfaatnya Optimal
Agar manfaat puasa benar-benar dirasakan, penting untuk menjalankannya dengan pola yang sehat dan seimbang. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Mengatur porsi makan. Rasa lapar setelah berpuasa seharian sering membuat seseorang makan berlebihan saat berbuka. Padahal, hal ini dapat memicu gangguan pencernaan seperti naiknya asam lambung. Usahakan mengatur porsi makan saat sahur dan berbuka dengan menu bergizi seimbang.
Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya membantu menjaga kesehatan pencernaan serta mencegah sembelit atau diare selama puasa.
Mencukupi kebutuhan cairan. Untuk mencegah dehidrasi, terapkan pola minum teratur, misalnya dua gelas air saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Tetap berolahraga ringan. Aktivitas fisik selama 20–30 menit per hari dapat dilakukan setelah sahur, menjelang berbuka, atau setelah salat Tarawih.
BACA JUGA:Jenis Kurma yang Bisa Dibeli untuk Buka Puasa
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: