Manfaat Tersembunyi Puasa: Cara Tubuh Melakukan Detoks dari Dalam

Manfaat Tersembunyi Puasa: Cara Tubuh Melakukan Detoks dari Dalam

Ilustrasi Puasa -istock-

OKES.NEWS- Puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat yang sering dibahas adalah kemampuannya membantu tubuh membuang racun atau toksin secara alami. Proses ini penting karena penumpukan racun dalam darah dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai toksemia, yaitu keadaan ketika zat berbahaya mengendap dan mengganggu fungsi tubuh.

Lalu, bagaimana sebenarnya puasa berperan dalam membantu proses detoksifikasi tubuh? Simak penjelasannya berikut ini.

Benarkah Puasa Membantu Mengeluarkan Racun Tubuh?

Secara sederhana, tubuh mendapatkan nutrisi melalui darah, sementara darah memperoleh zat-zat tersebut dari hasil penyerapan usus. Setiap makanan dan minuman yang masuk akan diproses di saluran pencernaan. Jika di dalam usus terdapat zat beracun, maka zat tersebut berpotensi ikut terserap ke dalam darah dan diedarkan ke seluruh sel tubuh.

Racun sendiri terbagi menjadi dua jenis. Racun dari dalam tubuh (endogen) berasal dari sisa metabolisme, radikal bebas, gangguan hormon, stres berkepanjangan, serta aktivitas bakteri tertentu. Sementara itu, racun dari luar tubuh (eksogen) dapat berasal dari polusi udara, residu obat-obatan, bahan kimia pada makanan olahan, lemak trans, hormon pada produk hewani, hingga mikroorganisme berbahaya.

BACA JUGA:Jenis Kurma yang Bisa Dibeli untuk Buka Puasa

BACA JUGA:Resep Kolak Biji Salak Praktis untuk Teman Berbuka Puasa

Pada dasarnya, tubuh telah dibekali sistem detoksifikasi alami melalui keringat, urine, dan feses. Namun, pola makan yang buruk, stres, serta gaya hidup tidak sehat dapat menghambat proses tersebut, sehingga racun menumpuk lebih cepat daripada yang bisa dikeluarkan.

Proses Detoks Alami yang Terjadi Saat Puasa

Puasa, khususnya di bulan Ramadan, dapat menjadi cara sederhana dan relatif aman untuk membantu tubuh melakukan detoksifikasi. Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam, sistem pencernaan memiliki kesempatan untuk beristirahat dan membersihkan sisa-sisa yang tertinggal di usus.

Tidak hanya usus, organ penting lain seperti hati dan lambung juga merasakan manfaatnya. Hati, yang berfungsi sebagai penyaring zat berbahaya dari makanan, minuman, udara, hingga paparan dari kulit, mendapatkan waktu jeda untuk bekerja lebih optimal. Sementara itu, lambung yang biasanya terus bekerja mencerna berbagai jenis makanan—termasuk yang kurang sehat—akhirnya memiliki waktu istirahat yang cukup.

Agar manfaat detoks selama puasa lebih maksimal, pemilihan menu sahur dan berbuka sangat berperan penting. Konsumsi buah dan sayuran segar sangat dianjurkan karena kaya akan air dan serat, yang membantu memperlancar pembuangan racun dari usus. Selain itu, kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya mendukung fungsi organ tubuh secara keseluruhan.

BACA JUGA:Terapkan Survei Kepuasan Digital Berbasis QR Code di Danau Ranau

BACA JUGA:Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Puasa Ramadan agar Tetap Segar dan Tidak Kering

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: