Puasa Mutih dalam Tradisi Jawa dan Tinjauan Kesehatannya
Ilustrasi Puasa Mutih -istock-
OKES.NEWS- Puasa mutih merupakan salah satu bentuk laku puasa tradisional yang berasal dari budaya Jawa. Kata mutih secara harfiah berarti “putih”, yang menggambarkan aturan makan dalam puasa ini. Selama menjalankannya, seseorang hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan sederhana berwarna putih dan tanpa rasa, umumnya berupa nasi putih polos tanpa tambahan bumbu apa pun.
Puasa mutih diyakini sebagai sarana untuk membersihkan diri, baik secara jasmani maupun rohani. Lama pelaksanaannya pun beragam, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu, tergantung niat serta kemampuan individu yang menjalankannya.
Tujuan dan Manfaat Puasa Mutih
Puasa mutih dilakukan dengan sejumlah tujuan tertentu, antara lain:
Membersihkan tubuh, yang dipercaya dapat membantu mengeluarkan racun
Pendalaman spiritual, untuk meningkatkan ketenangan batin dan fokus pikiran
Kesehatan, meskipun manfaat ini masih bersifat kepercayaan dan belum banyak dibuktikan secara ilmiah
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan puasa mutih meliputi meningkatnya energi, kondisi kulit yang lebih baik, pikiran terasa lebih jernih, serta konsentrasi yang meningkat. Namun, perlu dipahami bahwa klaim-klaim tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
BACA JUGA:Puasa Sambil Diet Tetap Bisa Asal Pilih Menu yang Tepat
BACA JUGA:Manfaat Puasa bagi Tubuh dari Kesehatan Jantung hingga Pencegahan Kanker
Tata Cara Menjalani Puasa Mutih
Secara umum, puasa mutih dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Menetapkan niat sebelum memulai puasa
Mengatur pola makan, yaitu hanya mengonsumsi nasi putih tanpa garam, gula, maupun bumbu lain
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: