Puasa Bisa Redakan Asam Lambung, Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi Puasa Bisa Redakan Asam Lambung -shutterstock-
OKES.NEWS- Asam lambung kerap menjadi keluhan yang muncul saat menjalani puasa. Perut yang kosong dalam waktu lama sering dianggap sebagai pemicu meningkatnya produksi asam lambung, sehingga menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi kamu yang memiliki riwayat maag. Namun, benarkah puasa justru dapat membantu meredakan keluhan asam lambung? Berikut penjelasannya.
Hubungan Puasa dengan Penyakit Asam Lambung
Pada sebagian orang, puasa justru membuat gejala asam lambung terasa lebih ringan dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini tidak terlepas dari perubahan pola makan dan gaya hidup selama puasa.
Saat berpuasa, waktu makan menjadi lebih teratur, yaitu hanya saat sahur dan berbuka. Pola ini berbeda dengan kebiasaan sehari-hari ketika tidak berpuasa, di mana seseorang bisa makan lebih sering disertai kebiasaan kurang sehat, seperti merokok atau terlalu sering mengonsumsi camilan.
Selain itu, pembatasan waktu dan jumlah asupan makanan membuat kalori yang masuk ke tubuh lebih terkendali. Kondisi ini mendorong tubuh membakar cadangan lemak serta menekan pembentukan radikal bebas. Dampaknya, berat badan, kadar gula darah, hingga kolesterol cenderung menurun, sehingga membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
BACA JUGA:Hipertensi Bukan Halangan Puasa, Asal Hindari Kebiasaan Ini
BACA JUGA:Jelang Puasa, Bupati OKU Turun ke Pasar Cek Ketersediaan Sembako dan Harga
Tak hanya itu, puasa juga berperan dalam menurunkan tingkat stres. Aktivitas yang lebih terkontrol dan fokus pada ibadah membuat kondisi mental menjadi lebih tenang. Penurunan stres inilah yang turut membantu mengurangi produksi asam lambung, baik pada penderita maag maupun orang yang tidak memiliki gangguan lambung.
Cara Mencegah Asam Lambung Naik Saat Puasa
Meski puasa dapat memberikan efek positif, kenaikan asam lambung tetap bisa terjadi jika pola makan dan kebiasaan sehari-hari tidak dijaga dengan baik. Agar puasa tetap lancar, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
Pilih makanan dengan bijak saat sahur dan berbuka. Hindari makanan pedas, asam, kopi, serta minuman bersoda karena dapat memicu iritasi lambung, terutama saat perut kosong terlalu lama.
Atur porsi makan. Mengonsumsi makanan berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan lambung bekerja terlalu keras. Sebaiknya makan dalam porsi kecil dan tidak terburu-buru.
BACA JUGA:Masuk Waktu Subuh Masih Junub, Apakah Puasa Batal? Simak Hukumnya
BACA JUGA:Benarkah Puasa Bisa Menurunkan Kolesterol? Ini Penjelasannya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: