Dampak Puasa bagi Kesehatan Reproduksi: Benarkah Bisa Meningkatkan Kesuburan?
Ilustrasi Dampak Puasa bagi Kesehatan Reproduksi -istockphoto-
OKES. NEWS- Menjelang bulan puasa, umat Muslim biasanya mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah ini. Meski identik dengan Ramadan, puasa sebenarnya juga sering dilakukan di luar bulan tersebut. Selain bernilai spiritual, puasa telah banyak diteliti dan diketahui memberi manfaat kesehatan, termasuk pada sistem reproduksi.
Puasa dan Peningkatan Fungsi Organ Reproduksi
Puasa diyakini berperan dalam proses peremajaan sel pada sistem urogenital serta organ reproduksi. Produksi hormon yang memengaruhi fungsi seksual tidak hanya berasal dari ovarium (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga diatur oleh kelenjar hipofisis. Saat berpuasa, keseimbangan asam dan basa tubuh menjadi lebih stabil, sehingga kinerja berbagai organ, termasuk organ reproduksi, dapat meningkat.
Selain itu, jeda makan dalam waktu cukup lama memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Kondisi ini membantu tubuh membuang zat sisa dan racun, sehingga lingkungan tubuh menjadi lebih optimal untuk mendukung fungsi organ, termasuk sistem reproduksi.
Apakah Puasa Berpengaruh pada Kesuburan?
Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan antara puasa dan kualitas kesuburan. Studi yang dilakukan oleh Harvard University bekerja sama dengan Massachusetts General Hospital menemukan bahwa pembatasan asupan makanan pada hewan uji berkaitan dengan kualitas sel telur yang lebih baik dibandingkan kelompok yang makan tanpa batas.
BACA JUGA:7 Cara Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan dengan Mudah dan Menyenangkan
BACA JUGA:9 Perbuatan yang Bisa Merusak Pahala Puasa Ramadan
Temuan ini memberi gambaran bahwa pembatasan kalori berpotensi memengaruhi hormon reproduksi dan kualitas sel telur. Meski penelitian pada manusia masih terus dikembangkan, hasil tersebut menunjukkan bahwa puasa kemungkinan tidak berdampak negatif terhadap kesuburan, baik pada pria maupun wanita.
Beberapa ahli juga berpendapat bahwa pengaturan asupan kalori saat puasa dapat membantu menjaga kestabilan gula darah, yang pada akhirnya mendukung keseimbangan hormon reproduksi. Siklus menstruasi dan proses ovulasi pun cenderung berjalan lebih teratur pada sebagian orang.
Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Saat Puasa
Agar manfaat puasa dapat dirasakan secara optimal, penting untuk tetap menjaga pola hidup sehat, di antaranya:
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.
Memenuhi kebutuhan cairan dengan pola minum teratur antara waktu berbuka hingga sahur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: